Saksi: Menantu Fahmi Idris Terlibat Kasus Depnakertrans

Kompas.com - 02/03/2009, 13:25 WIB
Editor

JAKARTA, SENIN — Dalam kasus pengadaan alat proyek Balai Latihan Kerja (BLK) Departemen Tenaga Kerja, mantan Sekretaris Jenderal Depnakertrans Bahrun Efendi mengatakan, menantu Fahmi Idris, Poempida Hidayatullah, pernah meminta agar rekannya diikutsertakan dalam pengadaan alat BLK.

Bahrun menjadi saksi dalam sidang di pengadilan Tipikor dengan terdakwa Ines Wulandari sebagai Direktur PT Gita Vidya Utama selaku rekanan Depnakertrans dalam pengadaan alat proyek tersebut. "(Dia mengatakan) mohon dapat diikutsertakan dalam pengadaan," kata Bahrun dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (2/3).

Menurut Bahrun, rekan yang dibawa Poempida adalah Otis, suami Ines Wulandari. Ia mengakui pernah bertemu dengan Ines sebelum menandatangani surat kontrak dengan Ines dan Otis. "Poempida, menantu Fahmi Idris, meminta kepada saya agar rekannya, Otis, dapat diikutsertakan dalam proyek pengadaan," jelasnya.

Sementara itu, Ines justru mengakui tidak pernah bertemu dengan Bahrun sebelum tanggal 23 September. "Saya tidak pernah bertemu sebelum penandatanganan surat kesanggupan," katanya. Sementara, Bahrun sendiri menampik dugaan pernah menerima uang dari Ines. "Tidak pernah," ujar Bahrun.

Meski demikian, dalam dakwaan jaksa, Ines dituduh telah memperkaya Bahrun sebanyak Rp 150 juta dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan dan peningkatan fasilitas mesin dan peralatan untuk tiga BLK senilai Rp 9,48 miliar.

Proses pengadaan alat di 10 BLK dianggap tidak sesuai dengan ketentuan dan keputusan Mennakertrans. Modus yang digunakan adalah memerintahkan seluruh panitia pengadaan untuk menandatangani dokumen kontrak dan serah terima barang sebagai formalitas belaka agar anggaran dapat dicairkan. Padahal, kontrak pengadaan dan serah terima barang belum ada. Dalam kasus ini, kerugian negara mencapai Rp 13,6 miliar.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X