Bad Boys, Dangerously Yummy!

Kompas.com - 08/04/2009, 10:53 WIB
Editor

KOMPAS.com - Sudah bukan hal yang aneh jika kita melihat teman perempuan kita akan melemah tak berdaya saat menjalin hubungan dengan pria tipe bad boy. Seberapa seringnya sang pria idaman membuatnya sakit hati, toh ia akan segera mengembangkan lengan untuk menerimanya kembali. Bila diandaikan, ketimbang Jake Gyllenhaal yang santun, ia mungkin lebih memilih Colin Farrell. Jangan heran pula apa yang akan dilakukan para groupies untuk mendapatkan perhatian dari rock star seperti John Mayer.

Anda yang sudah menikah, atau para pria yang tidak masuk golongan ini, mungkin akan bingung menghadapi wanita-wanita pengejar bad boy. Apa sih yang membuat mereka bertahan dalam hubungan yang tidak memberi rasa aman bagi mereka? "Ada sesuatu dari diri pria-pria seperti ini yang menarik diri Anda, bahkan ketika otak Anda mengatakan bahwa Anda harus waspada," demikian menurut Toni Coleman, pendiri dan presiden LifeChange Coaching dan Consum-mate Relationship Coaching di McLean, Virginia, Amerika Serikat.

Sedangkan menurut Michael Fitzgerald, penulis dan koresponden relationship untuk AskMen.com, "Seorang bad boy memiliki maskulinitas, kebebasan, dan kepercayaan diri. Bagi wanita, hal-hal seperti ini -khususnya kepercayaan diri- sangat merangsang." 

Hal ini sesuai dengan yang dikatakan Dr. John Gray dalam bukunya Men are from Mars, Women are from Venus. Wanita menyukai pria yang percaya diri. Pria yang berani mengambil risiko, dan melakukan inisiatif untuk mendekati. Ketika seorang pria mendekati Anda di kafe, misalnya, bagaimana ia membawakan dirinya? Apakah terlihat nervous dan terbata-bata? Tidak. Kita menyukai pria yang terang-terangan menunjukkan bahwa ia tertarik pada kita. Pria yang memberi pujian, dan tahu apa yang ingin disampaikan, tanpa membuat kita curiga.

Ketertarikan pada bad boys juga tidak mengenal rentang usia. Menurut sebuah survei yang dibuat oleh penerbit Harlequin, yang melibatkan hampir 1.000 wanita, 21% dari wanita usia 35 tahun ke atas lebih menginginkan pria tipe ini daripada berkencan dengan seseorang yang mapan. Bahkan 31%  wanita yang memiliki anak berusia kurang dari 18 tahun akan mengambil kesempatan kencan dengan bad boys (bandingkan dengan 16% wanita tanpa anak yang rela melakukannya).

Dari pria-pria badung, wanita ingin merasakan sisi liar dalam hidupnya, sesuatu yang hanya ingin dirasakan tapi tidak dijalani. Pria-pria ini tidak mudah ditebak, dan ini membuatnya tidak pernah membosankan. Yang terutama membuat wanita tertarik adalah, pria-pria ini seolah tidak membutuhkan wanita yang mereka kencani. Mereka agresif, tidak mengenal rasa takut kehilangan, dan dengan sendirinya tidak pernah terlihat desperate. Sebaliknya, wanita merasa dibutuhkan oleh pria-pria ini karena seringkali setelah terpikat dengan perempuan lain mereka akan kembali pada Anda.

Hal itulah yang menciptakan suatu tantangan mental bagi wanita, yang akhirnya bertindak sebagai orang yang mengejar, dan bukannya dikejar. Begitu wanita melanggar garis batas ini, ia segera terjebak dalam teritori yang berbahaya. Untuk menumbuhkan minat, ketertarikan, dan cinta yang sesungguhnya, pria butuh mengejar wanita dalam tahap awal. Perilaku "mengejar" ini kemudian akan berakhir begitu suatu fondasi yang solid terbangun.

Mengapa bad boys tidak cocok untuk long-term relationship

Namun, jangan mencampuradukkan ketertarikan dengan komitmen jangka panjang. Bila berhubungan dengan keinginan menikah, wanita tak lagi mengincar pria-pria badung. Hal ini menjadi ironis, karena jika ditanya apa yang dicari dari seorang pria, wanita justru menginginkan pria yang sensitif, penuh perhatian, sopan, pendengar yang baik, dan mendukung dirinya. Wanita mencari komitmen, kesetiaan, dan kepercayaan dari pria yang dianggap potensial menjadi pendampingnya. Inilah sifat-sifat yang diandalkan wanita dari pria, dan yang membuat hubungan menjadi kuat.

Kualitas semacam itu, sorry ladies, tidak akan Anda temukan pada sosok bad boy. Berdasarkan pengalaman rekan-rekan Kompas.com yang pernah menjalani hubungan singkat dengan pria-pria badung, inilah yang harus Anda hadapi:

* Mereka sering mendadak membatalkan kencan tanpa memberi kabar, atau merasa perlu meminta maaf. 
* Mereka lupa ulang tahun Anda, apalagi kapan pertama kali kencan. 
* Mereka bisa flirting dengan wanita lain saat masih bersama Anda. 
* Bila Anda memergokinya bersama wanita lain, ia akan menghilang cukup lama, lalu tiba-tiba muncul lagi saat Anda sudah melupakannya.
* Dengan santai mengatakan bahwa sahabat Anda cantik, dan meminta nomor teleponnya. 
* Menelepon Anda pukul 02.00 atau 03.00 pagi, karena menurutnya ia hanya bisa menelepon pada jam tersebut (yang membuat Anda tidak keberatan jam tidur Anda terganggu selama berbulan-bulan).
* Ia tidak ingin terlibat dalam kehidupan pribadi Anda yang tidak fun, seperti mengunjungi keluarga yang sakit atau teman yang meninggal. 
* Selalu beralasan harus mengantar ibunya ke dokter jika Anda nekat bertanya mengapa membatalkan janji, sehingga Anda merasa bersalah.

 

Seringkali wanita butuh waktu lama untuk menyadari bahwa pria semacam ini sama sekali tidak bisa diharapkan, dan berani mengambil keputusan untuk melepaskan diri. Bahwa, sikapnya yang selalu keep coming back setelah puas mengencani wanita lain bukan berarti ia tak bisa melupakan Anda yang sangat dicintainya, tetapi ia memang hanya memanfaatkan Anda.

Nah, jika Anda merasa nyaman dengan diri Anda, tentu Anda akan memilih pria yang mampu berkomunikasi secara verbal maupun non verbal. Pria yang menghargai Anda, dan tidak melarikan diri ketika menghadapi masalah. Pria yang bersedia terlibat dalam hidup Anda, secara pribadi maupun sosial.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.