Ketika Si Kecil Takut Digendong Orang Lain

Kompas.com - 27/11/2009, 23:58 WIB

KOMPAS.com - Memasuki usia 7-9 bulan, seorang anak cenderung akan menolak untuk digendong oleh orang selain orangtuanya, atau pun sanak saudara yang sering ia temui. Tak sedikit pula anak yang menangis jika ada orang lain yang belum ia kenal atau jarang ia temui berusaha menyentuhnya. Hal seperti ini terkadang membuat orangtua merasa malu, karena takut dianggap tidak mengajarkan sopan santun kepada anaknya. Tetapi apa yang sebenarnya membuat anak menolak digendong orang lain?

Menurut Robin Goldstein, PhD, dalam bukunya, Buku Pintar Orang Tua, reaksi penolakan anak ini merupakan tahap yang normal dalam perkembangannya. Reaksi ini muncul karena kesadaran dirinya akan dunia sudah berkembang. Ia menyadari, bahwa orangtuanya merupakan orang yang spesial, berbeda, dan mengaitkannya dengan kegembiraan. Si bayi memiliki perasaan menyenangkan dengan orangtuanya, dan ia merasa nyaman bersama mereka. Ia takut atau khawatir jika terpisah, sehingga ia tak akan mendapatkan perasaan nyaman itu lagi.

Di masa ini, Robin mengatakan, bahwa anak-anak juga baru mempercayai akan suatu hal jika ia dapat melihatnya. Saat orangtua menjauh dari dirinya, ia akan khawatir dan menangis. Biasanya tahap perkembangan ini menyulitkan orangtua karena terkadang bisa menimbulkan perasaan malu dan membuat orangtua sulit menerima bantuan orang lain untuk menjaga si anak. Beberapa orang dewasa akan menyalahkan orangtuanya dengan mengatakan, “Kamu terlalu memanjakan anak dengan menggendongnya terus!”

Memasuki tahap ini, sadarilah, bahwa si kecil hanya khawatir untuk berpisah dari Anda, dan perasaannya adalah hal yang wajar. Tak perlu memaksa bayi untuk pergi dengan orang lain. Ketika ia merasa sudah siap, ia akan melakukannya. Yang bisa Anda lakukan adalah dengan menuruti keperluan si bayi, ajak orang lain berbicara kepadanya dan bermain dengannya sementara Anda tetap menggendongnya. Jelaskan pula kepada orang yang berniat untuk menggendong si kecil bahwa si kecil sedang melewati tahap perkembangan, sama seperti anak lain seusianya. Dengan demikian orang tersebut tidak merasa frustrasi atau kesal, dan memaklumi keadaan putra atau putri Anda.

Selama tahap ini, banyak bayi yang sulit berpisah dari pelukan orangtuanya. Jika Anda hendak menitipkan bayi kepada pengasuh baru, beri pengertian kepada si pengasuh bahwa si bayi mungkin membutuhkan penghiburan dan pelukan. Jika si anak menangis saat Anda beranjak, Anda akan merasa sulit untuk berpisah. Jika ini terjadi, coba minta si pengasuh memanggil nama si kecil dan menarik perhatiannya ke arah lain.

Pada saat-saat tertentu, Anda mungkin akan mencoba pergi saat anak tidak melihat. Awalnya, ketika anak tidak menyadari, ia tak akan menangis. Namun ketika ia mencari Anda dan Anda tidak ada, ia akan mulai menangis. Lebih baik jika Anda mengucapkan salam perpisahan agar ia tidak ketakutan.

Anda akan tahu bahwa ketakutan anak terhadap orang asing berkurang ketika Anda melihatnya sudah bisa beradaptasi dengan orang lain, dan ia memperlihatkan ekspresi nyaman ketika digendong orang lain. Saat tahap ini berhasil dilalui, anak akan merasa nyaman dan senang bersama orang lain.



Editordin

Close Ads X