Emotional Affair, Bertahan Lebih Lama

Kompas.com - 14/01/2010, 10:56 WIB
Editordin

KOMPAS.com - Anda dan dia menyayangi satu sama lain, merasa cocok satu sama lain. Anda suka dan nyaman berbicara dengan dia. Dia juga merasakan hal yang sama: Anda suka melucu, menggoda, atau berusaha tampil dengan busana terbaik saat menghabiskan makan siang atau nongkrong bersama untuk menikmati secangkir kopi. Anda bahkan sering berkirim pesan yang seksi satu sama lain.

Yang menjadi masalah, dia bukan suami Anda!

Dan suami Anda tidak tahu tentang pria tersebut. Entah pria itu merupakan mantan pacar Anda saat kuliah dulu, teman facebook, atau kolega Anda. Semua dimulai dari pertemuan dan perbicangan yang hangat sebagai seorang teman, dan berlanjut pada perselingkuhan.

Wah, jangan sampai hal itu terjadi pada Anda. Walaupun Anda tidak terlibat secara fisik dengannya, namun Anda terlibat secara emosial. Jangan salah, hubungan secara emosional merupakan hal yang bertahan cukup lama ketimbang hubungan fisik. 

''Ketidaksetiaan emosional adalah bentuk dimana Anda memiliki hubungan emosional dengan lawan jenis yang Anda sembunyikan keberadaanya,'' tutur Peggy Vuaghan, penulis buku Monogamy Mith.

Selingkuh adalah bentuk pengkhianatan terhadap seseorang meskipun tanpa disertai seks. Affair sudah terjadi ketika ada hubungan fisik dan emosional, karena ada waktu dan perhatian yang diberikan pada lawan jenis yang bukan pasangan Anda. Namun apa yang membuatnya menjadi masalah, padahal tidak ada keterlibatan seksual?

Faktanya, pernikahan akan ternodai dengan adanya orang ketiga. Kebanyakan orang memang bisa sembuh dari ketidaksetiaan emosional, namun kebohongan yang Anda lakukan terhadap pasangan tidak akan terlupakan. Mungkin suami bisa memaafkan, namun pasti ia akan terus teringat kebohongan Anda. Coba Anda pikirkan, apa yang terjadi dengan pernikahan Anda selanjutnya?

Di lain pihak, apakah Anda ingin merusak hubungan pertemanan hanya karena Anda melakukan banyak hal bersama dengan pria tersebut? Godaan untuk menghubungi si PIL ini memang begitu besar, karena situs jejaring sosial akan memudahkan Anda melacaknya.

''Saat Anda terbayang dengan mantan pacar, Anda bisa langsung mencarinya di dunia maya. Tinggal klik facebook, twitter, atau Friendster. Hubungan yang terjalin lewat dunia maya akan lebih cepat, lebih intens, dan lebih mudah,'' tutur Jessica Leroy, pendiri dan direktur dari Center for Psychology for Women.

Leroy juga mengemukakan bahwa orang-orang yang terlibat perselingkuhan secara emosional sering tidak merasa bersalah. Maklum, tidak ada hubungan fisik atau seks yang dilakukan, sehingga mereka menganggap hal itu sebagai pertemanan biasa. "Apa salahnya dekat dengan dia? Kami hanya menghabiskan waktu dengan ngobrol dan makan siang bersamanya," mungkin begitu pembelaan diri Anda saat posisi Anda tersudut.

Apakah hal itu berarti akhir dari pernikahan Anda? Mungkin tidak. Tetapi jika Anda telah membuat hubungan emosional yang kuat dengan orang lain, dengan atau tanpa seks, pasangan Anda akan merasa sangat terluka. Penyelesaian pun akan makin sulit saat hubungan sudah terlanjur jauh. Lantas apa jalan keluarnya?

Mundur teratur. Jangan angkat telepon atau membalas SMS dan email, meskipun Anda sudah terlanjur dekat. Semakin jauh Anda berbuat makin sulit memulihkannya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.