Berapa Kali Harus Periksa USG?

Kompas.com - 05/04/2011, 08:58 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - "Saya (40) ibu dua anak remaja putri. Belum lama ini saya menjenguk seorang keponakan yang melahirkan anak pertamanya. Dari berbincang-bincang kami seputar kehamilannya, saya sempat heran karena menurut ceritanya, setiap kali dia memeriksakan kehamilannya, maka dokternya pasti akan melakukan pemeriksaan USG. Padahal, kehamilannya tidak bermasalah. Seingat saya, dulu saya hanya 2-3 kali periksa USG. Apakah tidak berbahaya, Dok, kalau setiap kali periksa hamil terus di-USG? Sudah begitu, USG-nya yang 4 dimensi pula. Sebenarnya, bagaimana aturan pemeriksaan USG selama kehamilan?" (Anita, Jakarta)

Berapa jumlah pemeriksaan USG yang dianjurkan selama kehamilan berbeda antara negara dan institusi pendidikan, demikian menurut dr Judi Januadi Endjun, SpOG, Subbagian Fetomaternal Departemen Obstetri dan Ginekologi, RSPAD Gatot Subroto. Secara umum dianjurkan pemeriksaan USG sebanyak tiga kali, yaitu trimester pertama (kehamilan 10-14 minggu), trimester kedua (kehamilan 18-22 minggu), dan trimester ketiga (kehamilan 28-32 minggu). Ada juga yang menambahkan pemeriksaan USG begitu diketahui tes kehamilan positif, dan bila pasien belum pernah melakukan pemeriksaan USG di tempat atau pada dokter tersebut (dianggap pasien baru).

Indikasi medis pemeriksaan USG yang lain adalah bila terdapat perdarahan, dicurigai ada gangguan pertumbuhan janin, ketuban pecah, atau kematian janin. Penentuan usia kehamilan paling baik dilakukan pada kehamilan 6-10 minggu; penentuan apakah letak plasenta masih menutupi jalan lahir atau tidak pada kehamilan 36 minggu; penapisan cacat bawaan umumnya dilakukan pada kehamilan 20-22 minggu, karena sebagian besar cacat bawaan dapat didiagnosis pada usia kehamilan tersebut. Sebagian lagi kecacatan dapat dilihat pada kehamilan 10-14 minggu, dan 28-32 minggu.

Di institusi tempat saya bertugas, pemeriksaan USG dilakukan pada pasien baru, pemantauan kasus sulit, dan penapisan cacat bawaan pada trimester 1, 2, dan 3. Pada rumah sakit swasta atau praktik pribadi mungkin saja dilakukan pemeriksaan USG setiap kontrol. Hal yang sangat penting ialah adanya laporan tertulis pada setiap pemeriksaan USG yang rutin dilakukan, terutama dalam penapisan cacat bawaan atau kelainan pertumbuhan janin.

(Tabloid Nakita)

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X