Nadine Alexandra Dewi: Menuju Miss Universe

Kompas.com - 28/06/2011, 16:04 WIB

KOMPAS.com – Memenangkan kontes kecantikan tingkat nasional bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan yang sesungguhnya. Serangkaian tugas dilakukan Puteri Indonesia selama satu tahun penuh. Puncaknya, Puteri Indonesia membawa nama Indonesia di ajang kontes kecantikan Internasional.

Nadine Alexandra Dewi Ames, puteri Indonesia 2010 mengatakan telah melakukan berbagai persiapan untuk mengikuti ajang Miss Universe September 2011. Nadine telah mengikuti berbagai kelas public speaking, general knowledge, beauty class, menjalani perawatan tubuh rutin, hingga olah raga dengan personal trainer.

Olah fisik

 “Saya punya personal trainer dua orang, untuk gym dan pilates. Keduanya sangat mengerti tubuh saya dan tahu saya harus melakukan apa untuk mendapatkan hasil yang terbaik,” ujar Nadine saat ditemui Kompas Female usai acara Wisudan Santana di aula Sasono Wiwoho,
Mangunsarkoro 69, Menteng, Jakarta, Minggu (26/6/2011) lalu.

Nadine mengaku tidak pernah serius melakukan olah raga seperti sekarang. “Dulu saya pernah main sepak bola dan basket, tapi hanya untuk senang-senang. Sejak umur 15 tahun saya lebih suka dance. Selama kuliah di Inggris saya ikut komunitas hip-hop di sana,” ungkap perempuan kelahiran 23 Mei 1991 ini.

Sejak menjalani peran sebagai Puteri Indonesia, perempuan yang gemar bacaan filsafat ini mengalami ketatnya menjaga bentuk tubuh dan asupan makanan. “Massa otot, berat lemak, sampai kadar kolesterol juga dihitung setiap kali bertemu personal trainer,” tambahnya.

Mengenal diri melalui public speaking
Sebagai salah satu cara mengasah kemampuan public speaking untuk ajang Miss Universe, Nadine mengaku belajar melalui video dari para mantan puteri Indonesia yang mengikuti ajang internasional.

“Mungkin mereka pernah berbuat salah, namun kita tidak punya hak untuk menghakimi mereka karena kita juga belum pernah berada di posisi mereka kan? Semua itu terjadi di luar dugaan
karena keadannya sangat kompleks. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di atas panggung,” jelasnya.

Nadine berharap bisa belajar banyak dari video-video yang dipelajarinya. Kalaupun nantinya membuat kesalahan, ia berharap dapat cepat menenangkan diri dan menjadikan semuanya pelajaran.

“Kami diberi bekal untuk belajar di ruangan kecil dulu, di ruang lingkup yang kecil. Saya akan memutar ulang dan melihat semua video saya saat karantina di Indonesia agar saya tahu kesalahan saya dan bisa segera mengubahnya saat berangkat ke luar negeri nanti,” ujar perempuan  berdarah Inggris-Solo ini.

Mengenai kemampuan berbahasa Inggris, putri bungsu dari pasangan suami-istri beda Negara ini merasa percaya diri. Kemampuan yang lahir alami ini justru menjadi modal baginya dalam berkomunikasi di kompetisi kecantikan dunia tersebut.

”Saya sudah menguasai bahasa Inggris sejak kecil, sehingga itu jadi modal saya untuk berlaga di ajang Miss Universe. Panitia memang mengizinkan untuk menggunakan bahasa negara masing-masing, tapi saya akan tetap menggunakan bahasa Inggris sebagai nilai tambah,” ujar perempuan berpostur 170 cm ini.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    Editorwawa
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    Close Ads X