Setiap Anak Punya Gaya Komunikasi Berbeda

Kompas.com - 15/09/2011, 16:15 WIB
Editorwawa

KOMPAS.com - Komunikasi yang tersendat antara orangtua anak juga disebabkan karena tak adanya perhatian dan saling pengertian. Karenanya orangtua perlu lebih peka terhadap kecenderungan gaya komunikasi anak. Dengan begitu, anak lebih merasa nyaman berbicara dengan Anda, terutama saat menghadapi berbagai masalah yang ditemuinya. Anak juga terpenuhi kebutuhannya akan perhatian dan kasih sayang, yang disampaikan orangtua dengan cara tepat dan mengena.

"Ada anak yang terpenuhi kebutuhannya akan perhatian dan kasih sayang, hanya dengan dipeluk saja. Namun ada juga anak yang merasa diperhatikan orangtuanya dengan kehadiran ayah ibunya. Setiap anak unik, mereka memiliki gaya komunikasi yang berbeda. Orangtua perlu mengenali gaya komunikasi anak agar bisa menyampaikan sesuatu dengan cara yang lebih tepat dan mengena," jelas Becky Tumewu, praktisi komunikasi dan pendiri sekolah public speaking, TALKinc, saat bincang-bincang bersama orangtua peserta program Daycare PT Unilever Indonesia, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Becky, ada lima bahasa cinta yang semestinya dikenali orangtua, terutama dalam membangun komunikasi dengan anak-anaknya. Yakni, pujian, sentuhan, hadiah, pelayanan, dan kehadiran.

Setiap anak, bahkan dalam satu keluarga pun, punya kebutuhan dan gaya komunikasi yang berbeda. Karenanya, kata Becky, gaya komunikasi ke kakak berbeda dengan ke adiknya misalnya. Apalagi gaya komunikasi antara keluarga satu dengan keluarga lainnya.

"Gaya komunikasi yang diterapkan Anda dengan sepupu Anda misalnya tak bisa disamaratakan. Anda juga tak bisa memaksakan gaya komunikasi yang berhasil dijalankan sepupu Anda di keluarga, terhadap anak-anak di rumah. Karena setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda," jelasnya.

Anak yang senang pujian, takkan merasa diperhatikan jika Anda lebih sering memberikannya hadiah atau pelukan misalnya. Karena bagi anak ini, kata-kata pujian yang positif lebih menunjukkan perhatian yang dibutuhkan dari orangtuanya misalnya.

Dengan mengamati perilaku anak, orangtua bisa mengenali bahasa cinta apa yang lebih mengena dalam diri anak. Anda akan  mudah menyampaikan maksud Anda kepada anak, jika bisa mengenali karakter dan gaya komunikasinya. Terutama dalam menunjukkan kasih sayang dan perhatian Anda terhadapnya. Dengan begitu komunikasi orangtua-anak di rumah berjalan lancar, karena adanya saling pengertian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X