Mengenal Penyebab Vertigo - Kompas.com

Mengenal Penyebab Vertigo

Kompas.com - 26/10/2011, 15:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Vertigo atau kehilangan keseimbangan akan sangat mengganggu aktivitas walaupun tidak menimbulkan rasa sakit pada organ tubuh lainnya. Ketika kambuh, penderita vertigo akan mengalami kesulitan berdiri dan bergerak karena merasa sakit kepala luar biasa hingga dunia tampak berputar, bahkan kerap kali disertai dengan rasa mual dan muntah.

Menurut peneliti masalah vertigo, dr. Entjep Hadjar, Sp. THT, penyebab vertigo dapat berasal dari gangguan syaraf, penyakit dalam atau masalah seputar THT (telinga, hidung dan tenggorokan).

Beberapa faktor yang menyebabkan vertigo antara lain karena serangan migren, radang pada leher, mabuk kendaraan, infeksi bakteri pada alat pendengaran dan kekurangan asupan oksigen ke otak.

Kelainan pada telinga juga sering menjadi penyebab. Termasuk pula kelainan pengelihatan atau perubahan tekanan darah yang terjadi secara tiba-tiba, gangguan di dalam saraf yang menghubungkan telinga dengan otak, maupun di dalam otaknya sendiri.

Penelitian yang dilakukan Entjep menunjukkan, sebagian besar pengidap vertigo mengalami gangguan pada ruang otak yang mengatur keseimbangan. Dari sebanyak 781 penderita vertigo yang pernah diteliti, 219 orang (28,3 persen) di antaranya mengalami penyakit batuan kecil (debris) pada alat keseimbangannya.

"Dari data penelitian saya lima tahun lalu menunjukkan, penyakit debris pada ruang otak yang berfungsi menjaga keseimbangan tubuh manusia atau yang disebut dengan vertigo debris menjadi penyebab utama vertigo," paparnya saat acara Seminar Vertigo "Re-Balance Your Life" di RS Asri, Jakarta, Rabu (26/10/2011).

Vertigo debris terjadi karena terdapat gangguan debris pada ruang berbentuk setengah lingkaran yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh. Hal tersebut dikarenakan sensor keseimbangan memiliki berat jenis yang lebih besar dari cairan endolymph.

Menurut Entjep, alat keseimbangan manusia bersifat dinamis sehingga sangat mudah terangsang oleh gerakan putaran kepala. Bila terdapat debris (batuan kecil) pada alat keseimbangan, maka cairan endolymph akan mengalami gaya dorong yang lebih besar dari yang seharusnya, dan merangsang alat keseimbangan.

Kondisi ini biasa disebut dengan vertigo posisi atau dalam istilah kedokteran disebut dengan BPPV (Benign Paroxysmal Position Vertigo) atau vertigo paroksimal jinak.

Entjep menuturkan, dahulu, solusi untuk mengatasi pasien vertigo BPPV dilakukan dengan operasi pengeluaran batu endapan. Namun, justru sering terjadi kegagalan karena batuan tersebut berada pada tulang temporal (terkeras) pada manusia.

"Tapi sekarang telah ditemukan cara non bedah yang lebih praktis yakni dengan vibrator," katanya.

Vibrator tersebut nantinya akan menghancurkan debris (batuan kecil), dengan menempelkannya pada kepala penderita. Selain menghancurkan debris, vibrator juga digunakan untuk melepaskan debris yang sudah terlanjur melekat.

"Pengobatan vertigo debris ini sangat praktis, aman dan dapat hilang dalam beberapa menit, dan tanpa obat. Pengobatannya disebut dengan Canalith Repositioning Therapy (CRT), disertai dengan vibrasi, yang berfungsi mengurangi rasa pusing," katanya.

Terapi dianjurkan dilakukan 2 (dua) kali seminggu, walau pada kenyataannya, banyak pasien sudah merasa sembuh dengan hanya dua kali terapi.


EditorAsep Candra

Terkini Lainnya

Sabun Mandi dengan Efek Relaksasi dari The Body Shop

Sabun Mandi dengan Efek Relaksasi dari The Body Shop

Feel Good
Kanye West Sebut Yeezy Lebih Unggul Ketimbang Jordan

Kanye West Sebut Yeezy Lebih Unggul Ketimbang Jordan

Look Good
Rasakan, Manfaat Tak Terduga dari 'Baking Soda'

Rasakan, Manfaat Tak Terduga dari "Baking Soda"

Eat Good
Jenis Olahraga Anak Sesuai Usia dan Perkembangannya

Jenis Olahraga Anak Sesuai Usia dan Perkembangannya

Feel Good
Mana yang Lebih Bahaya: Kebanyakan Gula atau Garam?

Mana yang Lebih Bahaya: Kebanyakan Gula atau Garam?

Eat Good
6 Produk Skincare Organik Terbaru di Skin Dewi

6 Produk Skincare Organik Terbaru di Skin Dewi

Look Good
 Mengenali Rasa Lapar yang Timbul karena Emosi

Mengenali Rasa Lapar yang Timbul karena Emosi

Feel Good
Memilih Lipstik Matte yang Teksturnya Tak Bikin Bibir Kering

Memilih Lipstik Matte yang Teksturnya Tak Bikin Bibir Kering

Look Good
Memahami Beda Produk Natural dan Organik 'Skincare'

Memahami Beda Produk Natural dan Organik "Skincare"

Look Good
Bersepeda Lebih Jauh dan Lebih Cepat dengan Mudah

Bersepeda Lebih Jauh dan Lebih Cepat dengan Mudah

Feel Good
C&F Kembali Gelar Pesta Diskon Parfum

C&F Kembali Gelar Pesta Diskon Parfum

Look Good
6 Cara agar Si Kecil Suka Olahraga

6 Cara agar Si Kecil Suka Olahraga

Feel Good
Punya Genetik Kanker, Melly Goeslaw Rajin 'Check Up'

Punya Genetik Kanker, Melly Goeslaw Rajin "Check Up"

Feel Good
Punya Bibir Pucat, Lipstik 'Hal' Wajib untuk Bunga Citra Lestari

Punya Bibir Pucat, Lipstik "Hal" Wajib untuk Bunga Citra Lestari

Look Good
Apa yang Dicari Para Lajang Saat Memilih Jodoh

Apa yang Dicari Para Lajang Saat Memilih Jodoh

Feel Good
Close Ads X