Tak Perlu Merasa Bersalah Menjadi Ibu Bekerja

Kompas.com - 11/11/2011, 09:25 WIB
EditorDini

KOMPAS.com -  Ketika harus meninggalkan anak di rumah untuk pergi bekerja, apa yang sering Anda rasakan sebagai seorang ibu bekerja? Apakah kasihan melihatnya menangis, ataukah perasaan bersalah karena tak dapat menemaninya? Ternyata, semua rasa kasihan, tak tega, atau rasa bersalah ini seharusnya Anda kesampingkan.

"Ketika harus bekerja dengan alasan apapun, jangan pernah merasa bersalah kepada anak karena Anda harus pergi meninggalkannya untuk bekerja," tukas konsultan anak Hanny Muchtar Darta, saat talkshow "Pentingnya Kecukupan Asupan Vitamin & Mineral Agar Anak Incredible" yang digelar oleh Scott's Multivitamin di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Menurut penelitian, adanya perasaan bersalah pada ibu bekerja akan menimbulkan energi negatif pada anak. Working mom yang dihantui rasa bersalah biasanya akan membuat mereka cenderung memenuhi semua permintaan anak. Dengan memenuhi semua permintaan anak, sang ibu berharap anak akan menjadi bahagia. Bila anak bahagia, rasa bersalah itu pun akan terkikis.

Sayangnya, cara ini akan membuat anak cenderung memanfaatkan rasa bersalah Anda untuk dapat "menguasai" Anda. Agar anak tidak merasa lebih powerful dibandingkan ibunya, diperlukan komunikasi antara ibu dan anak untuk menjelaskan alasan mengapa Anda harus bekerja dan meninggalkannya.

"Jelaskan ke anak mengapa Anda bekerja. Misalnya untuk membantu ayah agar bisa punya rumah yang layak, atau untuk membiayai pendidikan mereka," tukasnya.

Berikan alasan yang masuk akal dan logis untuk dicerna anak. Jangan sekali-kali memberikan anak alasan yang dibuat-buat, seperti, "Mama bekerja untuk membeli susu kamu". Meskipun itu alasan yang tepat, namun bisa membuat anak berpikir, lebih baik ia tidak perlu minum susu yang tidak disukainya daripada ibunya harus bekerja.

Selain menjelaskan tujuan Anda bekerja, jelaskan juga kepada anak bahwa Anda suka melakukan pekerjaan itu. "Jangan hanya beri tahu anak alasan ekonomi saja, tapi jelaskan juga bahwa Anda melakukan pekerjaan itu dengan ikhlas dan senang," tambah Hanny.

Dengan penjelasan ini, anak juga mengerti bahwa ibunya memiliki pekerjaan yang menyenangkan. Anak menjadi lebih mengerti bahwa ibunya tidak bekerja hanya harus memenuhi kebutuhannya saja, dan  lebih "rela" melepas ibunya pergi bekerja.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X