Efek Jika Kelebihan Vitamin C

Kompas.com - 27/02/2012, 11:04 WIB
EditorDini

T:
Salam dokter. Sekarang ini banyak dijumpai produk suplemen vitamin C dalam jumlah berlebih dari yang dibutuhkan tubuh. Apakah konsumsi vitamin C berlebihan tersebut memberikan efek negatif bagi tubuh atau tidak? Dan apakah vitamin C yang dibuat larut lemak (ester) akan lebih baik, Dok? Saya pernah mendengar isu akan bahayanya pada efek kerja ginjal. Terima kasih. (Hendri, 24)

J:
Salam kembali Hendri,
Dosis vitamin C yang dianjurkan bagi orang dewasa sebesar 90 mg/hari untuk laki-laki, dan 75 mg/hari untuk perempuan. Dosis tersebut tidaklah mencukupi pada perokok karena efek negatif yang ditimbulkan dari asap rokok. Oleh karena itu anjuran vitamin C dinaikkan menjadi 125 mg untuk laki-laki, dan 110 mg untuk perempuan. Angka ini sedikit lebih tinggi dengan tujuan melindungi tubuh terhadap efek yang merugikan dari asap tembakau, sehingga tetap didapat kadar dalam darah yang sama dengan dewasa yang tidak merokok.

Bagaimana dengan konsumsi vitamin C dosis tinggi seperti yang banyak terdapat dalam sediaan suplemen di pasaran? Ide awal penggunaan vitamin C dosis tinggi karena adanya beberapa buku yang mengatakan bahwa cara yang paling mudah bagi tubuh untuk mengabsorpsi vitamin C adalah dalam bentuk pil, dan merekomendasi penggunaan vitamin C sebagai pengobatan neutraceutical untuk melindungi terhadap flu dan kanker, sehingga membuat orang berlomba-lomba menggunakan vitamin C dalam dosis besar sampai 4000 mg/hari.

Hal ini membuat para peneliti tertarik untuk melakukan penelitian penggunaan vitamin C dosis tinggi. Ternyata efek yang timbul dari penggunaan vitamin C dosis 2 gram adalah perubahan respons insulin terhadap metabolisme karbohidrat. Efek lain yang tidak diharapkan seperti gangguan pencernaan, mual, kram perut, gas berlebihan, dan diare.

Beberapa penelitian yang sudah dipublikasi menyatakan bahwa konsumsi vitamin C yang memberikan manfaat adalah pada dosis 100-300 mg/hari. Vitamin C dalam bentuk ester merupakan vitamin C yang telah diesterifikasi menjadi asam lemak, sehingga menjadi bentuk vitamin C yang larut dalam lemak. Tujuannya untuk mempermudah vitamin C masuk ke dalam sel.

Namun, vitamin C yang didapat dari bahan alami merupakan vitamin C yang paling dan selalu aman digunakan.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X