Rawat Tubuh, Tidurkan Kanker

Kompas.com - 02/07/2013, 07:16 WIB
shutterstock

Fachrutdin Tjioe (66) tahun 2009 menjalani terapi cryosurgery alias pembekuan sel kanker prostat di Rumah Sakit Kanker Fuda, Guangzhou, China. Sampai kini ia tetap bugar karena disiplin merawat tubuh dengan jalan kaki setiap pagi, mengonsumsi makanan sehat, dan menghindari bersusah hati.

Kalau ada kematian, saya tidak pernah ikut melayat untuk menjaga perasaan supaya tidak ikut hanyut dalam kesedihan,” ujar Fachrutdin dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Kanker Fuda, Guangzhou, 22 Mei 2013.

Saat itu Fachrutdin ke rumah sakit tersebut untuk menghadiri seminar International (Guangzhou) Forum on Cancer Treatment, 24-26 Mei 2013.

Disiplin merawat tubuh bagi penderita kanker, seperti dilakukan Fachrutdin, sangat berpotensi menidurkan sel kanker. Aktivitas sel kanker di dalam tubuh menyurut sehingga harapan hidup pasien meningkat.

Menurut Direktur Utama RS Kanker Fuda Xu Kecheng, sel kanker selalu ada di tubuh manusia, terutama orang yang pernah didiagnosis mengalami kanker. Muncul atau kambuhnya kanker disebabkan sistem kekebalan tubuh melemah dan pola hidup keliru.

Kanker merupakan penyakit sistemik. Sel kanker menyebar ke darah, tulang, dan jaringan tubuh lain. Tak ada jalan lain untuk mengendalikan selain meningkatkan kekebalan tubuh dan menidurkan sel-sel kanker.

Usia maksimum

Li Yan Hong dari RS Kanker Fuda Departemen 1 menyebutkan, secara fisiologis, usia maksimum mamalia, termasuk manusia, lima sampai tujuh kali fase pertumbuhan gigi terakhir.

Diperhitungkan, fase pertumbuhan gigi terakhir manusia pada usia 20-25 tahun. Artinya, usia maksimum manusia mencapai tujuh kali 25 tahun atau mencapai 175 tahun. Setidaknya, usia manusia pada kisaran lima kali 20 tahun atau 100-175 tahun.

Faktor keturunan dan kebiasaan hidup berpengaruh pada kesehatan, termasuk timbulnya kanker. Menurut Li, tantangan terbesar saat ini berupa maraknya junk food yang tidak sehat. Di sisi lain, makanan sehat, seperti makanan organik, makin berkurang.

Pengetahuan untuk menata kesehatan melalui manajemen yang baik makin diabaikan. Li menyinggung masalah ini dalam tulisan ”Kesehatan Perlu Manajemen-Pendidikan untuk Pasien dan Keluarga” yang dipampang di ruang perpustakaan RS Kanker Fuda.

Li menyebutkan, hal yang paling menakutkan adalah ketidaktahuan. Ia mengajarkan, dokter yang terbaik adalah diri sendiri dan obat yang terbaik adalah waktu. Saat ini orang makin abai terhadap manajemen kesehatan yang benar dan bergantung pada medis modern. Selain itu, pada model-model penyembuhan instan. Obat kimia diandalkan. Pencegahan
penyakit melalui bahan-bahan organik dikesampingkan.
Pengobatan baru

Xu menekankan, teknik pengobatan pasien kanker itu secara holistik atau menyeluruh. Namun, teknik pengobatan
terbaru terus diupayakan saat ini, seperti kombinasi cryosurgery dengan brachytherapy.

”Brachyterapy atau implantasi bibit yodium-125 sebagai zat
radioaktif ini menjadi pembahasan teknik pengobatan terdepan di forum seminar,” ungkap Xu.

Yodium-125 dimanfaatkan radiasinya untuk mematikan sel-sel kanker sesuai waktu paruh (meluruh) zat radioaktif ini yang tergolong singkat. Seperti cryosurgery, bibit yodium ditempatkan di sekitar jaringan sel kanker tanpa pembedahan dan dilakukan secara presisi menggunakan jarum suntik yang dipantau dengan CT-scan.

Kombinasi implantasi bibit yodium-125 dengan teknik pembekuan sel kanker sampai minus 160 derajat celsius (cryosurgery) ini diharapkan meningkatkan keberhasilan dalam membunuh sel-sel kanker. Selama ini dikhawatirkan kemampuan sel kanker membelah tak terkendali dan bermigrasi ke jaringan tubuh lain (metastasis) saat berbagai terapi ataupun pembedahan berjalan.

Namun, seiring perkembangan peradaban manusia, demikian Li, tindakan pencegahan penyakit makin terabaikan. Pengembangan teknologi terus menyesuaikan keadaan zaman. Namun, hal-hal prinsip yang ditawarkan Li tetap aktual, yaitu kesehatan perlu manajemen.

Li menuliskan pula soal kebiasaan makan. Ia menganjurkan agar orang sarapan dengan makanan hangat dan ringan, seperti bubur hangat dan susu kacang kedelai. Kemudian, makan siang dengan makanan penuh kalori untuk menunjang aktivitas. Pada malam hari, ia menganjurkan makan sedikit saja untuk memberi kesempatan istirahat organ pencernaan.

Fachrutdin memberikan gambaran perilaku nyata yang dibutuhkan demi usia yang lebih panjang dan kualitas hidup baik tetap terjaga setelah menjalani pengobatan kanker.

Merawat tubuh dengan baik, tidak mustahil bisa menidurkan sel-sel kanker di dalam tubuh. Berdamai dengan sel kanker, itu bisa!


EditorLusia Kus Anna

Close Ads X