Koleksi Batik Modern dengan "Citarasa" Jerman

Kompas.com - 02/10/2013, 10:35 WIB
Salah satu kreasi batik karya Populo batik ISTSalah satu kreasi batik karya Populo batik
|
EditorD. Syafrina Syaaf
KOMPAS.com - Sekalipun sudah lama tinggal di Jerman, namun kecintaan Bai Soemarlono terhadap batik asli Indonesia ternyata tak luntur. Justru semangatnya memperkenalkan batik dan mempopulerkannya di Jerman semakin menggebu.

Jumat lalu, Bai memamerkan koleksi batiknya yang terbaru dengan tema besar, retro, klasik dan geometri. Sebanyak 40 koleksi untuk laki-laki dan perempuan ditampilkan dalam pagelaran busana ini. Genap enam bulan, Bai melakukan persiapan untuk menyempurnakan dan acara berjalan lancar. "Batik-batik koleksi Papulo ini semuanya adalah batik tulis dan cap yang didatangkan langsung dari pembatik di Jogja.," " ungkap Bai sesaat setelah fashion show-nya di Lucy In The Sky, SCBD, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Dalam koleksi ini, Bai terinspirasi dari pola geometris tradisional Indonesia seperti tirtotedjo, slobok, swastika, manggaran, sisik ikan dan kawung. Namun semuanya ini dikreasikan lagi dengan pemilihan warna dan kombinasi desain agar terlihat lebih modern. Namun tetap tidak menyalahi pakem yang ada. Cutting-nya sendiri, diakui Bai, merupakan adaptasi dari gaya urban para kaum muda di Berlin yang berkarakter, individual dan antikemapanan.

Busananya sendiri didominasi warna gelap seperti coklat, hitam, abu-abu dan merah tua yang dipadukan dengan teknik bordir. Selain batik, busananya juga dikombinasikan dengan bahan katun, katun rayon, sutera dan drill.

Koleksi ini didominasi dengan model busana paired one antara jaket dengan celana pendek, jaket dan celana panjang, dan blazer dengan celana pendek. "Di Berlin, gaya paired one ini sedang ngetren," katanya. (Baca juga: Remaja Gaul Berlin Senang Gunakan Batik)

Selain itu ia juga membuat dress sleveless A-line (terusan tanpa lengan dengan rok bersiluet A), rok panjang, cape, terusan bersiluet X asimetris, cropped pants, dan sweater berkerah bulat Ia menambahkan bahwa semua cutting busana ini memang didominasi gaya-gaya busana Eropa yang glamor dan beberapa koleksinya ada yang diperuntukkan sebagai koleksi musim dingin, seperti cape panjang.

Ketika ditanya apakah selera berbusana ini cocok dengan gaya Indonesia, Bai menegaskan bahwa ia bertujuan untuk membuat batik populer di seluruh dunia. Dengan tujuan ini, ia membuat koleksi busana dengan gaya Eropa. "Saya akan membuat busana sesuai dengan ciri khas saya sendiri tanpa terpengaruh orang lain," paparnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X