Bahkan Perempuan Paris "Ogah" Tampil Berlebihan

Kompas.com - 20/11/2013, 10:10 WIB
Ines de la Fressange, Catherine Denevue, Marion Cotillard dan Julia RestoinRoitfield, empat bintang Perancis yang menjadi 'ikon' fesyen di kota Paris. HUFFINGTON POSTInes de la Fressange, Catherine Denevue, Marion Cotillard dan Julia RestoinRoitfield, empat bintang Perancis yang menjadi 'ikon' fesyen di kota Paris.
EditorSyafrina Syaaf

KOMPAS.com – Sebagai kapital mode, Paris selalu memiliki cita rasa tinggi terhadap selera berbusana. Rasa cinta mereka terhadap fashion diterjemahkan lewat sikap menghargai dengan tidak merusak tren yang berlaku, tidak mencorengnya dengan busana asal "tabrak", dan tampil berlebihan.

Walaupun di Paris bertebaran perancang adibusana dengan koleksi spektakuler, kaum perempuan dari kota paling gaya di dunia ini cenderung sederhana dan membumi, tanpa mengorbankan nuansa chic yang menjadi ciri khas perempuan Paris yang dikenal dengan sebutan Parisian.

Permainan warna dasar menjadi kunci dari gaya para Parisian, sehari-hari mereka lebih suka mengenakan busana warna hitam, putih, nude, gading, coklat, dan abu-abu. Bagi mereka, warna-warna campuran yang menghasilkan rona terang hanya dikenakan pada momentum tertentu, atau sekadar berfungsi sebagai sentuhan yang menghidupkan nuansa monokrom.

 Jika bintang Hollywood menganut paham "semakin bling-bling semakin trendi", tidak demikian untuk para pesohor Paris berikut ini:

Marion Cotillard, berinvestasi pada satu gaya

Pemeran Miranda pada film epik The Dark Knight Rises ini memiliki strategi untuk tampil gaya tanpa menghamburkan uang. Padu-padan busana Cotillard mengajarkan bahwa gaya klasik tidak lekang oleh waktu. Jadi, dibandingkan membeli berbagai gaya busana yang hanya akan usang terlipat di dalam lemari, lebih baik berinvestasi pada satu koleksi yang jelas dan tidak memiliki batas waktu.

Ines de la Fressange, fashion adalah "taman bermain"

Jangan terlalu banyak khawatir, fashion bukan matematika, tidak ada rumusan baku yang "haram" untuk dilanggar. Meskipun terdapat aturan, jangan takut menjadi pembangkang. Karena menurut Ines, fashion adalah fantasi, dan setiap individu memiliki fantasi yang tidak sama. Maka ekspresikanlah mimpi Anda, jangan terlalu banyak mendengar, orang lain hanya tahu sedikit tentang Anda, dan biarkanlah begitu.

Julia Restoin Roitfeld, setiap perempuan wajib memiliki material kulit dalam lemarinya

Gaya Julia mengenakan celana kulit yang melebar di bagian bawah sempat diperdebatkan sebagai "langkah" yang berani. Di Indonesia, model celana seperti ini dikenal dengan istilah kulot, dan diperuntukkan bagi Anda yang memiliki postur tubuh mungil dan kurus. Bila tubuh Anda berisi, jangan sesekali mengenakannya, Anda akan terlihat semakin lebar. 

Catherine Deneuve, riasan wajah Parisian memiliki karakter

Bagaimana cara membedakan antara perempuan Paris asli dan yang pendatang? Lihat saja wajahnya! Jika riasan terbilang menor, dipastikan bukan kelahiran Paris asli. Karena, menurut aktris senior yang kariernya meroket lewat film layar lebar, Belle du Jour, riasan yang ringan dan alamiah adalah kekuatan perempuan Paris. Pun, mereka sedang ingin "bermain" dengan make up, biasanya hanya fokus pada satu fitur wajah saja. Intinya, Anda harus tahu kelebihan wajah sendiri, setelah itu menonjolkan kecantikan adalah ritual yang mudah dan menyenangkan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X