Nafsiah Mboi, Salah Satu Perempuan Berpengaruh di Dunia

Kompas.com - 08/03/2014, 16:31 WIB
Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi KOMPAS/HENDRA A SETYAWANMenteri Kesehatan Nafsiah Mboi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Siapa bilang perempuan tidak bisa berkarya dan membuat perubahan besar di dunia? Dengan segala kreativitas, kemampuan, bahkan kelembutannya, perempuan juga bisa jadi orang berpengaruh di dunia termasuk di dunia politik.

Di Hari Perempuan Internasional, United Nations Development Programme (UNDP) dan mantan Perdana Menteri Selandia baru, Helen Clark, memilih tujuh perempuan yang dianggap mampu memimpin perubahan positif dunia politik di seluruh dunia. Mereka adalah:

1. Nkosazana Dlamini-Zuma, ketua African Union
Nkosazana Dlamini-Zuma adalah perempuan Afrika pertama yang terpilih menjadi ketua African Union (AU) pada tahun 2012. Dalam perannya sebagai ketua, ia mendedikasikan kepemimpinannya untuk perempuan Afrika. Dia membuat keputusan dan kebijakan yang signifikan untuk mengatasi masalah gender di Afrika. Ia juga menunjuk utusan khusus untuk perempuan, perdamaian dan keamanan di Afrika untuk pertama kalinya.

Secara tak langsung ia membuat dunia mengakui bahwa perempuan bisa berperan untuk memecahkan konflik dan berkontribusi untuk perdamaian. ia juga mempelopori penciptaan program regional AU terhadap pemberdayaan ekonomi dan politik perempuan.

2. Bineta Diop, Utusan Khusus untuk Perempuan, Perdamaian, dan Keamanan di Afrika, African Union
Bineta Diop baru-baru iniditunjuk sebagai utusan khusus untuk perempuan, perdamaian dan keamanan di Afrika. Ia dianggap menjadi pahlawan bagi para perempuan yang terkena dampak konflik di Afrika.

Perempuan ini juga selalu berada di garis depan dalam upaya memberdayakan perempuan di Afrika lewat kiprahnya di Femmes Afrika Solidarite. Perannya dinilai sangat penting dalam memastikan bahwa suara perempuan dan masyarakat tetap terdengar selama upaya perdamaian dan negosiasi konflik.

3. Nafsiah Mboi, Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nafsiah Mboi dikenal karena kepemimpinannya dalam upaya kolektif untuk mengurangi bahaya penyakit campak, gondok, dan rubella (MMR), serta HIV AIDS di Indonesia.

Perempuan kelahiran Sengkang, Sulawesi Selatan ini dianggap telah membantu mengatasi tantangan pemikiran dogmatis seputar penggunaan kontrasepsi untuk mencegah penyebaran HIV AIDS di Indonesia. Perempuan berusia 73 tahun ini adalah perempuan pertama yang memimpin Global Fund, organisasi kesehatan dunia untuk penyakit HIV AIDS.

4. Sowmnya Kidambi, Direktur Society for Social Audit, Accountability and Transparency (SSAT), Departement of rural Development India
Sowmya Kidambi telah memimpin pengenalan audit sosial di seluruh India, yang meninjau tentang sektro dana publik. Audit ini membantu untuk meningkatkan tata kelola pembangunan dan memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah. Dia adalah perempuan yang sangat dihormati dan dikenal di seluruh India,

Ia juga berperan dalam pelatihan di berbagai organisasi audit sosial di kenya dan Afrika Selatan. Perempuan ini juga sudah memulai program, pelatihan audit sosial di sejumlah negara.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X