Pendidikan Seks untuk Cegah Perilaku Seks Bebas pada Remaja

Kompas.com - 05/04/2014, 10:36 WIB
Pendidikan seks anak harus dimulai sejak dini SHUTTERSTOCKPendidikan seks anak harus dimulai sejak dini
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Secara fisik, remaja memang sudah mampu melakukan hubungan seksual. Namun mereka belum siap secara mental, apalagi jika hubungan seksual dilakukan sebagai bisnis tertentu, misalnya dengan menjadi "cabe-cabean".

Menurut seksolog dan spesialis andrologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Prof. Wimpie Pangkahila, fenomena "cabe-cabean" merupakan perilaku seks remaja yang tidak sehat. Agar tidak terjerumus dalam perilaku seks remaja yang tidak sehat, maka pengetahuan tentang seksualitas adalah kuncinya.

"Remaja membutuhkan pengetahuan tentang seksualitas. Itulah kenapa perlu adanya pendidikan seks bagi mereka," tegas Wimpie saat dihubungi Kompas Health pada Jumat (4/4/2014).

Ia pun menyayangkan adanya anggapan bahwa pendidikan seks tidak perlu diberikan di sekolah karena dianggap justru memicu remaja melakukan hubungan seksual. Padahal menurut dia, tanpa pendidikan seks, remaja akan mengadopsi aktivitas seksual dari sumber yang tidak seharusnya. Misalnya saja melalui film porno atau bertanya pada teman yang pengetahuannya juga keliru.

Perilaku tersebut akhirnya berujung pada kesalahan dalam memaknai hubungan seksual. Maka tidak heran jika pemanfatan yang menyimpang, seperti memanfaatkan hubungan seksual demi mendapat uang, tidak ragu dilakukan.

Bicara soal seksualitas bukan cuma seputar hubungan intim pria dan wanita, tapi bisa juga tentang kesehatan dan perkembangan emosi. 

Wimpie berpendapat, selain tidak adanya pendidikan seks yang benar, ada beberapa faktor lainnya yang mempengaruhi fenomena remaja yang menjajakan seks. Pertama, minimnya perhatian dari orangtua. "Orangtua tidak tahu apa yang dilakukan anaknya di luar rumah, tidak dekat dengan anak," jelasnya.

Kedua, pengaruh lingkungan, khususnya teman sebaya. Ia menerangkan, teman sebaya sangat mempengaruhi perilaku seseorang, termasuk untuk melakukan hal-hal yang negatif.

"Remaja lebih berani jika melakukan segala sesuatu berkelompok, baik itu berbohong, melakukan kejahatan, termasuk perilaku seks,"  katanya.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X