Kompas.com - 10/04/2014, 16:05 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorSyafrina Syaaf

KOMPAS.com –- Pada dasarnya setiap anak memiliki potensi menjadi seorang pemimpin. Maka dari itu, keterampilan memimpin pada anak harus diterapkan sejak dini sebagai landasan yang kokoh untuk mewujudkan mimpi serta tujuan hidupnya.

Jiwa kepemimpinan pada anak dapat melatih rasa tanggung jawab, disiplin, dan ketekunan yang bermanfaat untuk masa depan anak. "Orangtua dan guru masih ada yang lebih memikirkan tentang prestasi akademik semata. Padahal sebenarnya, pengembangan karakter dan jiwa kepemimpinan anak yang dikembangkan dengan tepat akan sangat membantu prestasi anak," kata Bill McIntyre, Director of International Education Practice Franklin Covey dalam seminar guru dan kepala sekolah "The Leader in Me" di Kuningan, Sabtu (5/4/2014) lalu.

Bill menambahkan, mendidik jiwa kepemimpinan yang dimaksud bukanlah bertujuan untuk memastikan mereka semua akan menjadi pemimpin perusahaan, kantor, atau negara. Namun, pembentukan karakter kepemimpinan paling tidak akan membantu si anak untuk bisa menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri terlebih dulu. "Anak yang sudah mampu jadi pemimpin dirinya sendiri akan bisa memimpin orang lain juga di kemudian hari," katanya. 

Sebagai orangtua dan guru, Anda bisa membantu mengembangkan jiwa kepemimpinan anak dengan ragam cara. Salah satunya dengan mengajarkan tujuh kebiasaan efektif untuk meningkatkan kepemimpinan anak.

Tujuh kebiasaan ini ditemukan oleh Stephen R Covey dan dimuat dalam bukunya yang berjudul The 7 Habits of Highly Effective People.Berikut uraiannya: 

Kebiasaan 1: Proaktif
Jadilah orang yang selalu berinisiatif. Biasakan anak untuk bisa menentukan sikap, tindakan, dan suasana hatinya sendiri. Hanya, beri pengertian jika mereka juga harus selalu bertanggung jawab dan tidak menyalahkan orang lain jika melakukan kesalahan.

Kebiasaan 2: Buat rencana
Buatlah sebuah rencana dan tetapkan target yang akan dicapai. Biasakan mereka untuk melakukan hal-hal yang bernilai dan bisa membuat perbedaan. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kebiasaan 3: Prioritas
Biasakan mereka untuk bisa menentukan prioritas utama dalam keseharian. Ajarkan mereka tentang pentingnya membuat jadwal dan mewujudkan rencananya. Tujuannya agar mereka lebih disiplin dan terampil mengorganisasi.  

Kebiasaan 4: Berpikir untuk menang
Seimbangkan kemampuan untuk mendapatkan apa yang diinginkan dan juga ekspektasi pihak lain. Bentuk rasa empati dengan cara mempertimbangkan perasaan orang lain. Jika terjadi perselisihan, anak jadi terlatih untuk segera mencari jalan keluar.

Kebiasaan 5: Kompromi dan toleransi
Ajarkan anak untuk mau mendengarkan gagasan dan menjaga perasaan orang lain, dengan cara melihat dari sudut pandang orang lain. Salah satunya adalah menjadi pendengar yang baik dengan tidak menyela saat orang lain sedang bicara.

Kemudian, latihlah anak menyuarakan gagasan dan ide mereka. Cara ini akan mengembangkan logikanya dalam membedakan masukan yang positif dan negatif.

Kebiasaan 6: Wujudkan sinergi
Bantu anak untuk menghargai orang lain dan memetik hikmah dari persoalan yang terjadi. Tujuannya agar kelak anak dewasa, mereka lebih mudah dalam memecahkan masalah, dan memahami bahwa sikap memaafkan bukan kelemahan. Kemudian, biasakan mereka untuk mampu bersosialisasi dengan bekerja sama dengan orang lain, karena tugas yang diselesaikan bersama menghasilkan solusi lebih baik dibandingkan bekerja sendiri.

Kebiasaan 7: Mengasah diri
Jagalah kesehatan tubuh dengan menjaga pola makan, olahraga, dan tidur yang cukup. Luangkan waktu Anda bersama anak, cara ini dapat menciptakan pemikiran bahwa keutuhan keluarga di atas segalanya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.