Kompas.com - 24/08/2014, 19:00 WIB
Celana Jobb JOBBCelana Jobb
|
Editor Syafrina Syaaf

KOMPAS.com – Mimpi terbesar pasangan suami istri adalah memiliki anak yang lucu, sehat, dan cerdas. Namun, sekarang, tak sedikit pasutri yang harus menunggu lama untuk mendapatkan momongan. Pada beberapa kasus, seringkali persoalannya ada pada pihak suami. Mengapa demikian?

Banyak faktor yang menyebabkan kualitas sperma menurun, mulai dari pola makan yang tidak sehat, kurang tidur, merokok, dan kebiasaan mengenakan celana terlalu ketat.

Sebuah penelitian yang bertujuan mempelajari hubungan antara kualitas sperma dengan jenis celana, merilis hasil yang mencengangkan. Penelitian yang dihelat oleh Erasmus MC University Medical Centre ini mengatakan, celana pria yang terlalu ketat berdampak buruk pada daya gerak sperma. Kemudian, hasil penelitian juga menyebutkan bahwa etnis pria dengan kualitas sperma terbaik adalah pria Skotlandia.

Hal tersebut disebabkan oleh karena pria Skotlandia sering kali mengenakan busana lokal bernama kilt (rok tradisional untuk pria bermotif kotak-kotak). Ternyata, rok ini disinyalir membuat organ reproduksi pria Skotlandia lebih baik daripada pria yang biasa memakai celana ketat.

Masih menurut hasil penelitian, ternyata celana pria yang terlalu ketat bisa membuat area organ intim  sering "kepanasan". Inilah yang akhirnya membuat kualitas sperma menurun dan memburuk.

Sebenarnya seorang pria tidak harus mengenakan kilt untuk meningkatkan kualitas spermanya. Namun, yang mesti diperhatikan adalah jangan terlalu sering mengenakan celana yang terlalu ketat. Tujuannya, untuk memberikan ruang agar kulit sekitar organ intim bisa bernafas dengan leluasa.

Lebih lanjut, dianjurkan untuk menjaga suhu sekitar testis lebih rendah tiga derajat celcius dari suhu tubuh.  Sebab, suhu yang terlalu panas mempengaruh tingkat kesuburan sperma.

Erwin Kompanje, salah seorang peneliti, mengungkapkan bahwa dari survei tersebut terlihat bahwa mayoritas pria Skotlandia juga memilih tidak mengenakan celana dalam saat memakai kilt. Hal ini ternyata memberikan dampak positif pada kesuburan mereka.

Penelitian yang dimuat di Scottish Medical Journal ini menyebutkan bahwa kualitas celana dalam juga berpengaruh pada kualitas sperma. Sebab, celana dalam yang terlau ketat membuat suhu sekitar testis naik menjadi 3,5 derajat celcius.



Sumber Time
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X