Kompas.com - 07/04/2015, 11:00 WIB
Dr Martha Tilaar dalam acara penandatanganan akta Laskar Jamu Gendong di kediamannya di Patra Kuningan, Senin (6/4/2015). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANDr Martha Tilaar dalam acara penandatanganan akta Laskar Jamu Gendong di kediamannya di Patra Kuningan, Senin (6/4/2015).
|
EditorAlvin Dwipayana

KOMPAS.com -
Bangsa Indonesia tidak hanya kaya akan kesenian dan budaya tradisional yang luhur, namun juga keanekaragaman tradisi kecantikan dan herbal. Salah satu tradisi nenek moyang dalam aspek herbal dan kesehatan adalah jamu yang hingga kini masih dikenal oleh masyarakat. 

Martha Tilaar merupakan salah satu wanita yang dikenal sebagai pendiri dan penggiat tradisi kecantikan berbasis keanekaragaman budaya leluhur. Oleh sebab itu, Martha senantiasa mendorong masyarakat untuk mencintai dan melestarikan karya dan budaya asli Indonesia tersebut, salah satunya dengan mengonsumsi jamu tradisional. 

Menurut Martha, jamu tradisional hingga kini masih laris dan digemari masyarakat. Tidak hanya bermanfaat karena memiliki serangkaian khasiat bagi kesehatan dan kecantikan, namun juga murah dan mudah untuk diperoleh ketimbang obat-obatan yang berbasis bahan-bahan kimia. 

"Tahun ini jamu gendong itu sangat laris dan bisa dijumpai di mana-mana. Jamu memiliki banyak manfaat untuk kemajuan masyarakat. Tidak semua di Indonesia bisa menikmati obat-obatan modern yang mahal harganya. Da dengan jamu yang terbilang mudah dijangkau dari segi harga dan memiliki khasiat tinggi," ujar Martha pada acara Deklaras Laskar Jamu Gendong Indonesia di kediamannya di Patra Kuningan, Senin (6/4/2015).

Martha sendiri mengaku, pada awalnya ia sempat tidak percaya dengan khasiat jamu. Hingga pada akhirnya ia membuktikan sendiri ketika dirinya didiagnosis oleh empat orang profesor di bidang kedokteran tentang kondisinya saat itu yang tidak bisa memiliki anak. Saat itu pula, usianya sudah tidak muda lagi dan akan berbahaya bila tetap memaksakan hamil hingga melalui proses melahirkan. 

Segala macam langkah medis ditempuhnya. Namun, sang nenek lah yang mengajarkan Martha untuk mengonsumsi obat-obat herbal serta melakukan perawatan secara tradisional. Akhirnya, di usia 45 tahun, Martha berhasil melahirkan anak pertamanya, yang tidak lain adalah Wulan Tilaa, dimana saat ini, Wulan dikenal sebagai penerus bisnis bidang produk kecantikan Martha Tilaar Group. 

"Setelah empat orang profesor mendiagnosa saya tidak bisa mengandung, saya diajari oleh eyang saya yang ahli dalam hal jamu. Akhirnya, setelah melakukan perawatan secara tradisional, saya bisa memiliki anak. Bahkan dokter sempat berujar kalau ada kemungkinan anak yang saya lahirkan tidak sempurna. Namun berkat keyakinan dan pengobatan herbal rutin lewat ramuan seperti jamu tradisional, saya berhasil melahirkan anak yang cantik dan berbakat. Saya sangat terharu saat itu," cerita Martha.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X