Jangan Suka Marah-marah, Ini Efek Negatifnya - Kompas.com

Jangan Suka Marah-marah, Ini Efek Negatifnya

Kompas.com - 27/07/2015, 08:00 WIB
Shutterstock Ilustrasi


KOMPAS.com
– Apa yang terjadi pada tubuh ketika Anda marah-marah, berteriak, menjerit, atau mencoba meluapkan segala emosi? Otot-otot akan menjadi tegang, sistem pencernaan terganggu, bahkan terjadi perubahan bahan kimia pada otak.

Perubahan-perubahan tersebut hanya akan menjadi racun dalam tubuh dan mengganggu kesehatan dalam jangka panjang. Berikut 10 efek negatif dari kemarahan.

Sakit kepala
Jangan heran jika tiba-tiba sakit kepala muncul saat marah-marah. Otot-otot yang tegang dan juga perubahan bahan kimia di otak saat marah bisa menjadi pemicu sakit kepala.

Sulit tidur
Menjadi susah tidur sering kali terjadi pada orang yang sedang dalam kemarahan. Saat marah, tingkat produksi hormon di tubuh mengalami perubahan dan membuat Anda sulit tidur.

Rasa cemas
Rasa cemas maupun gelisah adalah efek samping yang paling umum terjadi saat marah. Tingginya kadar kortisol dalam tubuh saat marah membuat Anda mudah cemas.

Masalah pencernaan
Efek dari kemarahan ternyata sampai menganggu sistem pencernaan. Mengapa? Hal ini disebabkan, karena sistem tubuh akan berhenti seketika saat sedang marah.

Tekanan darah tinggi
Saat marah, tubuh menjadi tegang, sehingga bisa memicu tekanan darah tinggi. Dampak tekanan darah tinggi bisa berujung pada penyakit stroke.

Depresi
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa orang-orang yang sering marah, dalam jangka panjang akan berisiko mengalami depresi. Untuk itu, kelolalah emosi dengan baik.

Serangan jantung
Serangan jantung kerap terjadi ketika seseorang sedang marah atau meluapkan segala emosinya. Berdasarkan penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam The European Heart Journal Acute Cardiovascular Care, orang yang marah secara intens akan meningkatkan risiko sampai 8,5 kali terkena serangan jantung.


EditorBestari Kumala Dewi
SumberBoldsky

Terkini Lainnya


Close Ads X