Mengapa Orang Zaman Sekarang Gemar “Selfie” Telanjang?

Kompas.com - 19/02/2017, 16:03 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
Editor Syafrina Syaaf

KOMPAS.com — Perkembangan teknologi menimbulkan sebuah misteri tentang mengapa banyak orang begitu mudah melakukan selfie tanpa busana.

Menariknya, orang-orang ini pun tidak pikir dua kali untuk mengirimkan hasil foto telanjang itu kepada orang lain.

Justin Lehmiller, seorang mahasiswa S-3 dari Harvard University, mencoba menguraikan alasan banyak orang hobi melakukan selfie bugil. Berikut uraiannya:

Pelaku selfie telanjang berpikir pasangannya sangat cinta
Riset yang dilakukan oleh peneliti Norwegia menemukan bahwa sinyal kehangatan dari wanita kepada pria saat berhubungan memberikan kenyamanan yang membuat pria melakukan banyak hal tidak masuk akal.

Pria terlalu percaya diri dan narsistik, kata Lehmiller, sering menanggapi respons bersahabat dari wanita dengan sikap di luar akal sehat.

Fenomena aplikasi kencan
Lehmiller menjelaskan bahwa dalam ilmu psikologi ada kondisi bernama kegagalan mengelola manajemen emosional.

Orang yang memiliki kepribadian seperti tersebut selalu menanggapi senyuman dan tatapan intens dari orang lain sebagai sinyal cinta.

Kehadiran aplikasi kencan, kata Lehmiller, semakin memperburuk perilaku seseorang dengan sindrom tersebut.

“Ajakan kenalan dari seseorang di Tinder dianggap ajakan seksual. Mereka mengirim foto telanjang untuk memperlihatkan ‘aset’ yang dibanggakan,” jelasnya.

Sindrom ekshibisionis
Orang yang memiliki kecenderungan ekshibisionis memang terangsang dengan segala perilaku seks yang dilakukan di ruang publik.

“Dulu, orang ekshibisionis memperlihatkan alat vital di taman, jalanan, dan terminal. Sekarang, kemajuan teknologi memberikan ‘panggung’ baru,” imbuhnya.



Sumber NYMag

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X