Kompas.com - 02/03/2017, 11:37 WIB
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com --  Tidak banyak orang yang berani mencoba keluar dari zona nyaman untuk mengejar mimpi. Namun, Herman Tantriady memang berbeda.

Pada suatu hari di tahun 2012, pria yang sudah lama berkecimpung di dunia periklanan dan memiliki agensi desainnya sendiri ini merasa bosan dan ingin memiliki labelnya sendiri.

“Ya, hobi saya memang jam tangan dan furnitur kayu, jadi saya sempat kepikiran, ‘Eh, bagaimana kalau bikin jam tangan kayu saja? Ini keren dan original banget!’” ujarnya kepada Kompas.com di acara peluncuran Project Style oleh The Walt Disney Company Indonesia di The Warehouse Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (1/3/2017).

Walaupun pada akhirnya Herman tidak menjadi pelopor jam tangan kayu karena memang sudah ada di pasaran, tetapi setidaknya hobinya terhadap jam tangan dan kayu tersalurkan.

Herman pun mempelajari cara membuat jam tangan dan memulai produksi idenya tersebut pada tahun 2013.

Jam tangan kayu berukuran kecil yang diberi nama Lima Pa:Gi diluncurkan ke pasaran pada bulan September 2014 dengan mekanisme buatan Ronde. Lalu, kreasi tersebut disusul oleh jam tangan serupa dengan diameter lebih besar yang disebut Lima So:Re.

Selain kedua jam tangan di atas, Lima juga berkesperimen dengan bahan konkrit yang telah diterima dengan baik oleh kliennya dan stainless steel yang akan diluncurkan pertengahan tahun ini.

“Kita memang ada perubahan misi dari yang tadinya ingin masuk segmen designer watch, kemudian kita agak belok sedikit karena kita ingin masuk ke segmen jam yang lebih serius dan premium,” katanya.

Dia melanjutkan, untuk tahun ini rencananya Lima akan meluncurkan dua jam tangan baru. Jadi, kita memang lebih agresif di tahun ini.

DOC. Disney Project Style Koleksi Label Lima dari hasil kolaborasinya dengan Disney Indonesia dalam Disney Project Style, di Jakarta, Kamis (23/2/2017).

Salah satu langkah agresif yang telah dibuktikan oleh Lima adalah kolaborasi dengan The Walt Disney Company Indonesia dalam Project Style.

Lima terpilih sebagai satu dari tujuh desainer lokal yang digandeng oleh perusahaan tersebut untuk mengkreasikan karakter Disney bagi segmen dewasa.

Untuk proyek ini, Herman memilih dua karakter ikonis yaitu Mickey Mouse dan Donald Duck sebagai motif untuk jam tangan Lima Pa:Gi. Namun, tentunya dengan gaya kontemporer yang lebih sesuai untuk label tersebut.

Herman lalu mengungkapkan alasannya memilih kedua karakter tersebut.

“Dulu ingat kan setiap hari Selasa kita selalu menunggu majalah Donald Bebek? Kita malah lebih dekat dengan Donald Duck daripada Mickey Mouse. Jadi, Donald itu buat saya sudah dekat sekali,” ucapnya.

Sementara itu, Mickey Mouse dipilihnya karena merupakan ikon paling besar dari The Walt Disney Company.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.