Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 19/03/2017, 14:02 WIB
|
Editor Syafrina Syaaf

KOMPAS.com – Biasanya, buku mengenai pola asuh anak mengajarkan banyak hal positfi. Namun, terlalu sering dan banyak membaca buku tersebut bisa menjadi jebakan bagi orangtua.

Buku pola asuh anak banyak mengangakat topik cara mengatasi anak yang suka pilih-pilih makanan, tantrum, masalah tidur, dan pola tidur. Masing-masing buku pun memberikan ragam saran yang berbeda-beda.

Masalahnya, anak-anak memiliki keunikan dan perilaku yang tidak sama, meskipun terlahir sebagai kakak dan adik kandung.

Selain itu, buku pola asuh juga memengaruhi rasa percaya diri orangtua.

Nanny Robina, seorang pakar pola asuh, mengatakan, saat dirinya baru saja menjadi ibu dan membaca banyak buku tersebut, dia malah merasa menjadi ibu yang buruk.

Orangtua, kata Robina, seharusnya tidak selalu menganalisis teknik pola asuh dan terus menerus bertanya pada diri sendiri apakah sudah menjadi orangtua yang baik.

Kebanyakan pakar justru lebih memercayai insting orangtua pada anak merupakan sumber terbaik dalam menerapkan pola asuh anak.

“Banyak orangtua lupa untuk mengikuti insting mereka. Hal natural itu bisa hilang dan Anda tak lagi merasakannya karena banyak mengonsumsi informasi dari sumber lain,” jelas Robina.

Orangtua, kata Robina, merupakan manusia yang harus banyak belajar dan pastinya berdekatan dengan kesalahan dan kegagalan. Jadi, sebanyak apapun buku yang Anda baca Anda pun akan sering salah.

Robina mengungkapkan, pola asuh terbaik tak berasal dari buku, tetapi dari kebaikan dan kekuatan cinta tanpa batas orangtua terhadap anak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.