Candu Digital yang Memicu Sindrom "Phantom Vibration"

Kompas.com - 04/04/2017, 09:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Sebagai orang yang sehari-harinya sulit berada jauh dari gawai, Anda mungkin pernah merasakan sensasi getaran dari ponsel yang sebenarnya sedang tidak aktif. Jangankan getaran atau suara panggilan, faktanya tidak ada notifikasi apa pun.

Fenomena yang disebut "phantom vibration" ini sebenarnya merupakan tanda dari kecanduan digital. Kita merasa tidak nyaman jika tidak menatap layar gawai walau hanya sebentar.

Di era digital seperti sekarang, orang yang terjangkit "phantom vibration" ternyata sangat banyak. Dalam sebuah survei, lebih dari 80 persen mahasiswa pernah mengalaminya. Bukan hanya sekali, tapi beberapa kali dalam sehari.

Ponsel pintar kini sudah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang sampai-sampi menimbulkan ketergantungan. Kecanduan gawai memang menggejala di seluruh dunia.

Salah satu tanda kecanduan adalah seseorang menjadi hipersensitif pada sesuatu yang terkait dengan efek ganjaran dari yang bikin ketagihan. Misalnya saja orang yang kecanduan rokok mungkin akan merasa melihat gulungan kertas seperti rokok.

Nah, pada orang yang kecanduan gawai, ada kemungkinan mereka juga salah mengenali sesuatu yang dianggapnya sebagai nada dering atau notifikasi getar dari ponselnya walau tidak apa-apa.

Meski tidak berbahaya, tetapi candu gawai tersebut lama kelamaan bisa mengganggu. Tak jarang seseorang sibuk mengecek ponselnya di sela-sela percakapan dengan orang lain, presentasi, bahkan di tempat tidur saat sedang bermesraan.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X