Sensasi Ajaib Mengenakan Masker Arang Bambu Himalaya

Kompas.com - 27/03/2018, 12:54 WIB
Vanda Serrador, Facialist dari The Body Shop saat memperkenalkan masker Himalayan Charcoal Purifying Glow Mask di Dhulikhel, Nepal. Sandesh DumaruVanda Serrador, Facialist dari The Body Shop saat memperkenalkan masker Himalayan Charcoal Purifying Glow Mask di Dhulikhel, Nepal.
Editor Wisnubrata

DHULIKHEL, KOMPAS.com - Banyak peradaban di Asia, termasuk India, Jepang, China, Korea, dan Taiwan telah memanfaatkan arang untuk berbagai keperluan sejak berabad lalu. Orang-orang Jepang misalnya, sudah sejak lama menggunakan arang untuk detoks atau membuang racun dari tubuh.

Sedangkan dalam hal perawatan tubuh, arang dipakai untuk membersihkan, mulai dari memutihkan gigi hingga menjadikan kulit lebih bercahaya dan bersih. Nah, rupanya kebiasaan itu tidak ditinggalkan, malah menjadi tren belakangan ini.

Salah satu produk perawatan tubuh yang mengadopsi arang adalah The Body Shop dengan masker Himalayan Charcoal Purifying Glow Mask dan Facial Soap. Uniknya, arang yang digunakan ini berasal dari bambu yang ditanam di kaki Pegunungan Himalaya.

"Kami mengunakan bambu karena tanaman ini bersifat menyerap racun dan cepat tumbuh sehingga tidak merusak lingkungan," ujar Geraldine Jacquinot, direktur bagian perawatan tubuh di The Body Shop saat bertemu di kawasan resort Dhulikhel, di kaki Himalaya, Nepal, Selasa (6/3/2018). "Saat kita tebang, tunas bambu akan segera tumbuh dari akar yang sama," lanjutnya.

Selain arang bambu yang berfungsi untuk mengeluarkan racun dari kulit kita serta mengangkat sel-sel kulit mati, masker wajah ini juga mengandung tea tree oil dari Kenya untuk membantu menghilangkan jerawat, serta daun teh hijau dari Jepang yang kaya antioksidan. Perpaduan bahan-bahan itu memberi manfaat bagi kulit.

Terinspirasi dari tradisi Ayurvedic, masker wajah ini juga dibuat 100 persen vegan, tanpa parabens, paraffin, silikon dan minyak mineral.

Himalayan Charcoal Purifying Glow Maskthe body shop Himalayan Charcoal Purifying Glow Mask
Kompas Lifestyle sempat mencoba masker tersebut di Nepal dengan panduan dari Vanda Serrador, Facialist dari The Body Shop. Maklum, sebagai pria, memang jarang-jarang kita menggunakan produk perawatan wajah seperti masker ini.

Saat membuka masker dalam wadah yang elegan itu, wangi herbal dan tea tree segera tercium. Aromanya yang segar tersapu angin Pegunungan Himalaya menghadirkan ketenangan, bahkan sebelum kami memakainya.

Tekstur masker berwarna cokelat abu-abu itu sendiri tidak bisa dikatakan lembut, karena ada potongan-potongan kecil arang bambu dan daun teh di dalamnya. Namun saat diusapkan ke kulit menggunakan kuas, ada rasa dingin yang membuat kulit terasa nyaman.

"Bila terlalu kental, kamu bisa menambahkan sedikit air," ujar Vanda.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X