Kompas.com - 17/08/2018, 11:11 WIB
Sejumlah warga mengikuti lomba panjat pinang kolosal di Pantai Carnaval, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Kamis (17/8/2017). Dalam perlombaan panjat pinang kolosal itu disiapkan 172 batang pohon pinang dengan aneka macam hadiah sekaligus memeriahkan perayaan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGSejumlah warga mengikuti lomba panjat pinang kolosal di Pantai Carnaval, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Kamis (17/8/2017). Dalam perlombaan panjat pinang kolosal itu disiapkan 172 batang pohon pinang dengan aneka macam hadiah sekaligus memeriahkan perayaan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia.

KOMPAS.com - Momen kemerdekaan di Indonesia, yang jatuh pada setiap tanggal 17 Agustus, biasanya dirayakan dengan berbagai perlombaan unik.

Lomba panjat pinang menjadi salah satu perlombaan paling ikonik di setiap perayaan hari kemerdekaan Indonesia.

Perlombaan ini dilakukan dengan menggunakan batang pohon pinang yang ditempatkan secara vertikal.

Pada bagian atas batang, disediakan roda penuh hadiah,  namun di sepanjang batang dilumuri minyak pelumas hingga licin.

Setelah itu, para peserta berlomba memanjat batang pohon pinang untuk meraih hadiah di pucuk tiang.

Lalu, sejak kapan tradisi ini muncul di Indonesia?

Baca juga: Wakai Rilis Sneakers Edisi Khusus Hari Kemerdekaan Indonesia

Panjat pinang bisa dikatakan sebagai tradisi tertua dan paling populer di Indonesia.

Permainan ini diperkenalkan kepada orang Indonesia oleh penjajah Belanda sebagai bagian acara hiburan.

Setiap kali peristiwa penting terjadi - seperti pernikahan atau hari libur nasional - penjajah Belanda memasang tiang panjat pinang, dan menyaksikan penduduk pribumi mencoba meraih hadiah.

Sangat susah untuk meraih hadiah karena batang pohon pinang yang tinggi dan licin. Oleh karena itu, tidak mungkin melakukan panjat pinang hanya seorang diri.

Perlu kerjasama untuk meraih hadiah yang dipasang di ujung batang pinang.

Pada masa itu, hadiah yang dipasang di ujung batang biasanya berupa makanan, seperti keju, gula, tepung, dan pakaian.

Baca juga: Memaknai Kemerdekaan RI di Sumba

Hadiah tersebut mungkin terlihat murah di zaman ini. Tapi, pada masa penjajahan, di mana rakyat hidup dalam kemiskinan, barang-barang yang dijadikan hadiah merupakan kemewahan tersendiri.

Ada beberapa kontroversi mengenai lomba panjat pinang ini.

Beberapa orang Indonesia percaya jika lomba ini mengajarkan kita untuk berkeja sama dan kerja keras demi mencapai tujuan.

Tapi, beberapa orang berpendapat jika panjang pinang merupakan hal yang merendahkan martabat orang Indonesia.

Selain itu, penebangan pohon pinang juga menyisakan persoalan lingkungan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.