Banyak Anak Beli Mainan Karena Terpengaruh Film dan YouTube - Kompas.com

Banyak Anak Beli Mainan Karena Terpengaruh Film dan YouTube

Kompas.com - 06/12/2018, 16:19 WIB
Salah satu mainan yang ada di Toys Kingdom.KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Salah satu mainan yang ada di Toys Kingdom.

JAKARTA, KOMPAS.com - Popularitas mainan terus bertumbuh seiring berkembangnya teknologi. Kini anak-anak tak hanya melihat iklan mainan lewat layar kaca atau saat di toko mainan, tapi juga lewat internet.

Internet faktanya memang menjadi salah satu pengaruh terbesar terhadap permintaan mainan anak.

Setidaknya hal itu terjadi di PT Toys Games Indonesia atau yang dikenal dengan Toys Kingdom, bisnis unit dari Kawan Lama Retail.

Operations Director Toys Kingdom, Bart Nureka menyebutkan, film juga memiliki andil besar terhadap permintaan mainan anak tersebut.

"Pengaruh film, YouTube, media sosial besar sekali," kata Bart seusai konferensi pers Toys Kingdom di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2018).

Beberapa mainan yang bisa ditemukan di Toys Kingdom, sebut saja karakter Marvel, DC dan karakter superhero lainnya, karakter robot seperti Transformer, dan lainnya.

Sementara untuk mainan perempuan kita bisa menemukan karakter boneka seperti Barbie, My Little Pony, dan lainnya.

Salah satu mainan yang ada di Toys Kingdom.KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Salah satu mainan yang ada di Toys Kingdom.
Bart menambahkan, beberapa anak perempuan juga menggemari mainan yang sifatnya kejutan atau surprise. Sebut saja LOL Surprise, mainan berbentuk bola yang berisi karakter mainan. Isi mainan tersebut sifarnya kejutan atau tidak bisa dipilih.

Selain LOL Surprise, ada pula Rainbocorns, mainan sejenis yang ukurannya lebih besar namun sama-sama memiliki konsep kejutan.

"Karena anak-anak perempuan sekarang lebih suka yang sifatnya surprise. Seperti LOL Surprise itu kan sedang ramai banget tahun ini," ujarnya.

Menurutnya, banyak orangtua dan anak datang ke toko dengan membawa referensi mainan yang ingin dibelinya.

Meski begitu, terkadang mereka juga berubah pikiran karena melihat mainan yang lebih menarik ketika sampai di toko.

"Biasanya ketika sampai toko namanya anak-anak suka berubah," kata Bart.



Close Ads X