Mencegah Anak Balita Trauma Makan

Kompas.com - 10/02/2019, 11:02 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Kebiasaan memaksa anak untuk makan bisa menyebabkannya trauma dan rasa tidak bahagia setiap kali waktu makan tiba.

Menurut dr Diana F. Suganda, M.Kes, Sp.GK, trauma makan pada anak dimulai sejak anak masih balita.

"Proses makan yang enggak enak, enggak happy, membuatnya trauma. Anak-anak masih polos, kitalah sebagai orangtua yang 'melukis kertasnya'," kata Diana dalam acara diskusi yang diadakan Teman Bumil dan Tokopedia di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Proses pemberian makan pada anak usia dini memang gampang-gampang susah. Hal itu juga dialami oleh aktris Sandra Dewi ketika menghadapi pola makan anaknya, Raphael yang berumur satu tahun.

"Dibanding masa kehamilan dan menyusui, tantangan paling berat itu menurut saya waktu MPASI. Kadang anak makan tergantung mood. Hari ini diberi lauk ini suka, besoknya belum tentu," ujar Sandra dalam acara yang sama.

Ia mengatakan, setiap hari harus memikirkan menu apa yang harus dimasaknya untuk buah hatinya.

"Tiap hari mikir menu. Apakah anaknya akan suka, atau apakah nanti dihabiskan," katanya.

Baca juga: MPASI Pure Sayuran Tak Cukupi Kebutuhan Nutrisi Bayi

Meski terkadang Raphael menolak makan, Sandra mengatakan tidak pernah memaksa makan.

"Paling saya akan panggil pasukan, seperti nanny-nya atau embak, untuk menghibur Rafa saat makan. Tapi sekarang ini dia lagi suka makan bareng-bareng dengan saya," ujarnya.

Acara diskusi bertema Cara Mudah Jadi Mums Millenial yang Peduli Nutrisi yang diadakan Teman Bumil dan Tokopedia di Jakarta (31/1/2019).KOMPAS.com/Lusia Kus Anna Acara diskusi bertema Cara Mudah Jadi Mums Millenial yang Peduli Nutrisi yang diadakan Teman Bumil dan Tokopedia di Jakarta (31/1/2019).

Sabar

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X