Kompas.com - 25/03/2020, 21:50 WIB
Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 melakukan tes tekanan darah saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru. AFP/STR/CHINA OUTPasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 melakukan tes tekanan darah saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru.
|
Editor Wisnubrata

Wong berhasil kembali ke Hong Kong tiga hari sebelum pemerintah memberlakukan karantina wajib 14 hari untuk semua pendatang dari luar negeri --meskipun Wong tinggal di rumah selama dua minggu sebagai langkah pencegahan.

Pihak berwenang khawatir orang yang kembali dari AS dan Eropa --termasuk siswa yang belajar di luar negeri-- adalah penyebab utama penularan baru.

Hong Kong berhasil menghilangkan sebagian besar gelombang epidemi pertama. Tetapi ada hampir 400 kasus yang dikonfirmasi di wilayah semi-otonom Cina pada hari Selasa, lebih dari dua kali lipat dibandingkan minggu sebelumnya.

Mayoritas kasus virus corona dalam seminggu terakhir dibawa orang-orang yang melakukan perjalanan ke tempat-tempat seperti Eropa dan AS.

Bukan hanya Hong Kong. Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan hampir 80 persen dari kasus baru virus corona selama tiga hari terakhir dibawa dari para turis. Taiwan juga melihat tren yang sama.

Di daratan Cina, tempat virus corona pertama kali dilaporkan, kasus impor tampak telah melampaui transmisi lokal selama hampir seminggu.

Provinsi Hubei, tempat di mana Wuhan --kota yang terdampak parah-- berada, mencatat tidak ada infeksi selama lima hari berturut-turut pekan lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fase baru

Pada awal wabah, negara-negara di seluruh dunia dengan cepat menerapkan larangan bagi turis dari Cina dan negara-negara Asia lainnya.

Tetapi lebih dari tiga bulan kemudian, Eropa dan AS telah menjadi pusat wabah baru, dengan ribuan kasus COVID-19 setiap hari.

Halaman:
Baca tentang


Sumber Time
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.