Perbedaan Produk Cruelty Free dan Vegan dalam Kosmetik

Kompas.com - 23/09/2020, 19:55 WIB
Ilustrasi cruelty free shutterstockIlustrasi cruelty free
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Jika kamu termasuk pengamat label pada produk-produk kosmetik, kamu mungkin pernah membaca label bertuliskan cruelty free.

Beberapa produk kecantikan siap pakai umumnya melalui pengujian terhadap hewan di laboratorium. Hal ini untuk mengetahui efektivitas atau efek samping komponen yang digunakan di dalam produk.

Aktivitas ini sempat mendapat kritikan dari para pemerhati hak hewan dan memicu munculnya kampanye “beauty without cruelty” (cantik tanpa kekejaman).

Secara singkat, produk cruelty free adalah produk-produk yang tidak diujicobakan kepada hewan.

Keterangan cruelty free pada produk kosmetik menunjukkan bahwa produk tersebut tidak melalui proses pengujian kepada hewan, baik bahan (komponen) atau produk akhir (produk jadi).

Namun, aktivis pecinta hewan dan pemerhati hak-hak hewan, seperti People for the Ethical Treatment of Animals (PETA), memperketat makna cruelty free ini.

Produk yang dianggap cruelty free tidak hanya karena saat ini produsen tidak melakukan pengujian pada hewan.

Cruelty free juga berarti bahwa produk harus benar-benar tanpa pengujian pada hewan sejak dari penyedia bahan baku, untuk saat ini dan di masa yang akan datang.

Sebagian aktivis yang lebih ketat menekankan bahwa cruelty free juga harus berarti tidak melibatkan produk hewani yang dapat menyebabkan perburuan hewan atau bahkan menyebabkan kepunahan.

Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat mengungkapkan bahwa pada dasarnya tidak ada definisi legal dari istilah cruelty free. Sehingga, tidak ada batasan pasti bagi sebuah perusahaan untuk menggunakan label cruelty free pada produknya.

Bahkan, perusahaan dengan bahan dari pemasok yang menggunakan uji coba hewan, mungkin saja tetap mengklaim produk jadinya sebagai cruelty free.

Perbedaan produk cruelty free dan vegan

Selain cruelty free, kosmetik dengan label keterangan ‘vegan’ juga banyak diminati. Riset yang dilakukan oleh Mintel, sebuah perusahaan riset ritel, menunjukaan bahwa penjualan produk kosmetik vegan terus mengalami peningkatan penjualan.

Pasar utamanya adalah konsumen yang sangat peduli akan kesejahteraan hewan.

Istilah cruety free dan vegan memang sering digunakan bergantian, bahkan ada yang menganggapnya identik. Namun sebetulnya, kedua istilah tersebut memiliki arti berbeda.

Label vegan pada produk kosmetik lebih merujuk pada bahan atau komponen produk yang bebas produk hewani. Oleh karena itu, di dalam produk tidak ada bahan-bahan turunan hewani.

Namun, bukan berarti produk vegan sudah pasti tidak melalui proses uji pada hewan. Bisa saja produk kosmetik berbahan vegan, tetapi tetap melalui uji produk pada hewan.

Demikian juga sebaliknya, produk cruelty free bukan berarti bebas dari bahan-bahan hewani. Cruelty free lebih merujuk pada proses uji produk.

Jadi, produk cruelty free bisa saja produk vegan atau mengandung produk turunan hewani, seperti madu, beeswax, lanolin, kolagen, albumen, pewarna karmin, kolesterol, atau gelatin.

Oleh karena itu, jika kamu ingin produk tanpa bahan hewani dan tidak melalui proses uji laboratorium pada hewan, kamu harus mencari produk dengan label vegan sekaligus cruelty free.

Cakupan produk-produk cruelty free

Produk-produk cruelty free lebih identik dengan produk kosmetik. Namun, selain produk kosmetik, cruelty free juga mencakup beberapa produk lainnya, seperti:

  • Produk perawatan diri, seperti handbody, pembersih wajah, tabir surya, sabun mandi, sampo, dan sebagainya.
  • Produk pembersih rumah tangga, termasuk sabun cuci, deterjen, pembersih lantai, pembersih kaca, dan sebagainya.
  • Produk-produk rumah tangga lainnya, termasuk produk untuk mengolah makanan, produk alat-alat kantor, lilin, tisu, plester, lem, dan lain sebagainya.

Untuk benar-benar memastikan bahwa sebuah produk tidak melibatkan hewan dalam uji coba, sebaiknya kamu mencari daftar produk yang telah diakreditasi oleh organisasi pemerhati hak hewan.

Pasalnya perusahaan dapat mengklaim apa saja pada produk mereka, termasuk menggunakan label cruelty-free.

Beberapa organisasi pemerhati hak hewan, di antaranya PETA, Leaping Bunny, Choose Cruelty-Free, The Vegan Society, biasanya akan memasukkan daftar-daftar merek produk perusahaan yang telah memiliki kesepakatan untuk melalui proses uji cruelty free.



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X