Kompas.com - 22/11/2021, 19:00 WIB
Ilustrasi media sosial dan interaksi dunia digital. SHUTTERSTOCK/RAWPIXEL.COMIlustrasi media sosial dan interaksi dunia digital.

KOMPAS.com - Phubbing adalah istilah untuk perilaku seseorang yang asyik sendiri dengan ponselnya ketika bertemu dengan orang lain.

Istilah ini memang masih asing dan belum ada padanannya dalam Bahasa Indonesia. Namun phubbing sangat sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Bukan hanya itu, mungkin saja kita juga adalah salah satu pelakunya dan menjadikan orang terdekat menjadi korbannya. Phubbing membuat orang lain merasa tertolak, diabaikan dan tidak penting sehingga melukai perasaannya.

Baca juga: Mengenal Phubbing, Perilaku Anti Sosial yang Tercipta di Era Digital

Phubbing kini dianggap sebagai perilaku yang tidak sopan dan menandakan pola anti sosial. Saat ini banyak kampanye anti phubbing dijalankan untuk mengembalikan interaksi sosial kembali sehat dan menyenangkan bagi orang yang terlibat.

Tanda-tanda kita adalah pelaku phubbing

Ilustrasi media sosialTwilightShow Ilustrasi media sosial

Phubbing tergolong sebagai salah satu tanda ketergantungan terhadap smartphone dan berbagai fiturnya. Perilaku ini buruk untuk kesehatan mental kita namun juga berpengaruh negatif pada interaksi serta hubungan sosial yang dimiliki.

Orang lain tentunya akan semakin malas berinteraksi dan berjumpa jika kita cenderung melakukan phubbing dalam pertemuan tatap muka. Hal ini membuat kita bisa kehilangan relasi dengan pasangan, sahabat maupun rekan kerja.

Baca juga: Etika Gunakan Media Sosial Ketika Ada Kabar Duka atau Bencana

Untuk mengetahui apakah kita adalah pelaku phubbing, berikut adalah tanda-tandanya:

1. Harus selalu memeriksa ponsel meskipun sedang makan dengan orang lain.

2. Merasa ponsel harus selalu berada dalam jangkauan ketika menghabiskan waktu bersama orang lain.

3. Cenderung memegang ponsel di tangan ketika sedang bersama orang lain, apapun kegiatannya.

4. Reflek langsung mengeluarkan ponsel saat berdering atau bergetar, bahkan jika sedang asyik berbicara dengan orang lain.

5. Sering tertangkap basah sedang melirik ponsel di tengah percakapan langsung dengan orang lain.

6. Sering memeriksa ponsel untuk mengetahui apakah ada pesan atau telpon yang masuk saat berada di hadapan teman-teman.

Baca juga: Begini Cara Batasi Screen Time Anak Agar Tak Ketergantungan Gawai

7. Sering menggunakan ponsel saat berbicara dengan teman.

8. Tetap asyik menggunakan ponsel meskipun sedang berkencan atau menghabiskan waktu bersama pasangan.

9. Cenderung menggunakan ponsel untuk mengisi jeda percakapan.

10. Sering menggunakan ponsel di tempat tidur bahkan ketika pasangan berada di samping kita dan masih terjaga.

Apakah kita memiliki banyak tanda-tandanya? Jika iya, artinya kita perlu untuk segera melakukan perubahan agar tak terus terjebak pada perilaku phubbing.

Smartphone yang kita miliki memang memiliki banyak fitur dan fungsi namun bukan untuk mengabaikan orang lain. Gunakan gawai tersebut dengan bijak dan bukannya malah menjauhkan yang dekat.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.