Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - Diperbarui 12/12/2022, 12:03 WIB

KOMPAS.com - Satu keluarga di Pulogadung tewas tersetrum di kamar mandi akibat korsleting water heater yang sedang dipakai.

Hubungan arus pendek listrik terjadi di shower pemanas yang saat itu sedang digunakan untuk memandikan anaknya.

Peristiwa nahas ini bisa menjadi pelajaran untuk kita agar lebih berhati-hati dalam memilih jenis pemanas air yang dipakai di rumah.

Keamanan water heater elektrik vs water heater gas

Water heater merupakan salah satu perlengkapan rumah tangga yang tersedia di hampir semua rumah keluarga modern.

Alat ini membantu kita bisa mandi air panas dengan mudah dan praktis, daripada harus memanaskan air secara manual.

Water heater elektrik dan water heater gas adalah dua jenis yang paling lazim kita jumpai di pasaran.

Water heater listrik biasanya lebih mudah dioperasikan daripada pemanas air gas standar.

Sistem kerjanya beroperasi murni dengan daya listrik, sehingga kita tidak perlu repot-repot menyalakan gas untuk mendapatkan air panas.

Baca juga: Mandi Air Panas Bisa Turunkan Risiko Stroke, Percaya?

Namun water heater gas cenderung lebih ramah dari segi biaya jika kita menggunakannya secara rutin.

Karena mengambil daya dari gas, kita tidak perlu membayar kenaikan tagihan listriknya.

Harga jual water hater elektrik maupun yang versi gas juga cenderung bersaing sehingga bisa disesuaikan dengan budget kita.

Dari segi keamanan, water heater elektrik tentu memunculkan risiko korsleting listrik dan membuat penggunanya tersetrum.

Kesalahan teknik pemasangan, kerusakan alat, sampai keteledoran kita bisa menjadi pemicunya.

Baca juga: Benarkah Manfaat Mandi Air Panas Sama seperti Berolahraga?

Namun water heater gas juga memiliki risiko tersendiri termasuk kebocoran gas yang bisa menyebabkan kebakaran.

Water heater adalah perangkat yang melibatkan suhu tinggi, air dan listrik secara bersamaan.

Jadi selalu ada risiko kecelakaan ketika kita menggunakannya.

Maka dari itu penting untuk mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan untuk memastikan keamanannya maksimal.

Pencegahan risiko kecelakaan saat menggunakan water heater

Ilustrasi water heater. SHUTTERSTOCK/MANSONG SUTTAKARN Ilustrasi water heater.
Baik water heater elektrik maupun gas perlu dijaga kondisinya untuk mencegah kecelakaan ketika dipakai.

Dikutip dari situs Ariston, perusahaan water heater terkemuka di India, kita disarankan membatasi suhu air hingga 45-50 derajat Celcius saja.

Meskipun senang mandi air super panas dan produk yang dipakai memungkinkan, cara ini dianggap lebih aman.

Dilarang pula meletakkan bahan yang mudah terbakar di dekatnya karena bisa berbahaya, khususnya water heater gas.

Misalnya kaleng bensin, korek api, atau kotak korek api

Jika kita menggunakan water heater gas, pastikan kamar mandi memiliki ventilasi yang baik.

Ruangan dengan ventilasi buruk bisa menjadi malapetaka ketika terjadi kebocoran gas.

Baca juga: Lebih Sehat Mana: Mandi Air Panas Atau Air Dingin?

Pastikan juga untuk melakukan service secara rutin pada pemanas air di rumah, paling tidak enam bulan sekali.

Kebiasaan ini akan membantu kita  menemukan kesalahan potensial sebelum menyebabkan kecelakaan berbahaya.

Gunakan teknisi khusus yang profesional dan benar-benar mampu memasang water heater dengan aman.

Jangan memasangnya sendiri dengan berbakal tutorial YouTube atau meminta kenalan yang tidak terbukti kemampuannya.

Hubungi teknisi resmi perusahaan untuk memasang water heater dengan aman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.