Salin Artikel

Sulli dan Depresi yang Mendorongnya untuk Bunuh Diri

KOMPAS.com - Penyanyi dan aktris asal Korea Selatan, Sulli, ditemukan meninggal dunia di kediamannya. Bunuh diri, disebut menjadi penyebab meninggalnya artis bernama asli Choi Jinri ini. Manajernya menyebutkan, Sulli memiliki riwayat depresi sejak beberapa waktu yang lalu.

Bukan kali pertama, depresi memicu seseorang mengambil keputusan untuk bunuh diri. Sayangnya, hingga saat ini, kejadian bunuh diri yang dipicu oleh depresi maupun kondisi mental yang lain, masih terus ada, dan cenderung tidak berkurang.

Sudah banyak artis, penyanyi, maupun pesohor yang meninggal akibat bunuh diri. Pekerjaan yang penuh dengan tekanan, serta jutaan mata yang mengawasi gerak-gerik keseharian, membuat mereka rentan terhadap kondisi mental, seperti depresi.

Sulli sudah terjun ke dunia hiburan sejak belia. Kariernya dimulai sejak ia menjadi artis cilik, dilanjutkan menjadi idola remaja saat bergabung dengan grup besutan SM Entertainment, f(x).

Setelah keluar dari f(x), Sulli melanjutkan kariernya sebagai aktris. Saat ini, di usianya yang baru menginjak 25 tahun, Sulli memutuskan untuk “pergi”.

Sulli termasuk salah satu artis asal Korea Selatan yang seringkali mendapat hujatan di media sosial. Perilakunya, bagi sebagian orang dinilai kontroversial.

Sulli pernah menunjukkan dirinya sedang menangis di akun media sosialnya. Saat itu, tidak sedikit orang yang mencibir dan menertawainya. Padahal, belum tentu mereka mengetahui peristiwa yang sedang dilaluinya saat itu.

Menurut manajernya, Sulli memiliki riwayat depresi sejak beberapa waktu yang lalu. Memang, tidak semua orang yang depresi pasti akan berujung bunuh diri. Namun, kondisi ini adalah salah satu pemicu yang paling umum dari kejadian bunuh diri.

Bunuh diri adalah penyebab kedua terbanyak penyumbang angka kematian untuk anak muda. Sehingga, hal yang terjadi pada Sulli sebenarnya bukanlah kasus satu di antara sejuta.

Orang-orang yang meninggal karena bunuh diri sebenarnya tidak ingin mati. Mereka hanya tidak ingin merasakan sakit lagi. Jika ada orang-orang di sekitarmu yang menunjukkan tanda-tanda ingin bunuh diri, segera tawarkan bantuan.

Tanda-tanda munculnya keinginan bunuh diri

Bunuh diri bisa dicegah, asal tanda-tandanya dikenali sejak awal. Jika kamu atau orang di sekitarmu merasakan tanda-tanda di bawah ini, segera cari bantuan.

  • Menjauhkan diri dari orang-orang terdekat
  • Merasa tidak ada harapan lagi atau merasa terjebak dengan kehidupan saat ini
  • Sering berbicara tentang kematian atau bunuh diri
  • ‘Mewariskan’ barang peninggalan
  • Lebih sering menyalahgunakan obat-obatan maupun alkohol
  • Lebih sering mengalami mood swings
  • Mudah marah, memiliki emosi lebih tinggi
  • Berani melakukan kegiatan berisiko dan berbahaya, seperti menggunakan narkoba
  • Berperilaku seolah ingin “pamit” ke orang-orang sekitar
  • Merasa cemas berlebihan

Jika ada orang yang menunjukkan tanda-tanda di atas, segera cari bantuan. Jangan remehkan omongan ingin bunuh diri. Hal itu merupakan salah satu cara orang tersebut mencari bantuan.

Cara mencegah bunuh diri untuk diri sendiri

Bagi yang memiliki keinginan untuk bunuh diri dan memiliki riwayat depresi, ingat bahwa kamu tidak sendiri. Depresi adalah penyakit yang bisa ditangani. Jika satu jenis perawatan belum berhasil, masih ada jenis perawatan lain yang bisa dilakukan.

Sambil menjalani perawatan depresi, berikut ini beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi atau mencegah keinginan bunuh diri.

  • Cari bantuan profesional
  • Tanyakan ke dokter, obat jenis apa yang paling tepat untuk kondisimu
  • Hindari alkohol dan obat-obatan terlarang
  • Buat lingkungan menjadi lebih nyaman
  • Pelan-pelan, belajar selesaikan masalahmu
  • Pikirkan lagi alasan kamu harus hidup
  • Berkontaklah dengan orang lain
  • Bicara dengan orang yang kamu percaya
  • Cari kegiatan yang bisa mengalihkan pikiran 

Cara mencegah orang terdekat bunuh diri

Apabila ada orang di sekitarmu yang terlihat memiliki keinginan ingin bunuh diri, lakukan langkah-langkah di bawah ini untuk mencegahnya.

1. Tanyakan keadaannya

Saat seseorang terlihat memiliki keinginan untuk bunuh diri, tanyakan langsung padanya, apakah ia terpikir untuk bunuh diri.

2. Jaga mereka agar tetap aman

Cari tahu, apakah mereka sudah menemukan cara untuk bunuh diri, hindari mereka dari hal-hal yang berhubungan dengan itu. Jika ia dalam bahaya, segera panggil bantuan.

3. Dengarkan keluh kesahnya

Dengarkan alasan yang memicu keinginan bunuh diri dalam dirinya. Dengarkan dengan empati, tanpa menghakimi.

4. Bantu untuk kembali membangun hubungan dengan orang terdekat

Bantu mereka untuk kembali dekat dengan orang-orang terdekatnya, baik itu keluarga, teman dekat, teman kerja, dokter, terapis, atau orang-orang lain yang dirasa dapat membantunya.

5. Sering-sering memeriksa keadaan mereka

Sering-seringlah melihat keadaan orang-orang terdekat, untuk memastikan mereka baik-baik saja. Memberikan perhatian pada mereka, bisa membantu meringankan beban yang dirasakan.

Berkaca dari Sulli dan kasus bunuh diri lainnya, bekali diri seputar pengetahuan tentang tanda-tanda bunuh diri dan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.

Jangan sampai, stigma yang masih melekat tentang depresi dan bunuh diri, menjadi penghalang kita untuk menolong diri sendiri maupun nyawa orang lain yang membutuhkan.

https://lifestyle.kompas.com/read/2019/10/15/083719920/sulli-dan-depresi-yang-mendorongnya-untuk-bunuh-diri

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.