Salin Artikel

Memahami Makna Efikasi Vaksin yang Kerap Disebut Para Ahli

KOMPAS.com - Setidaknya ada enam jenis vaksin Covid-19 yang kini tersedia di Indonesia. Setiap jenis sama efektifnya dalam menangkal infeksi virus namun memiliki kadar efikasi yang berbeda-beda.

Istilah efikasi belakangan semakin sering didengar, apalagi jika kita sedang mencari informasi vaksin terbaru yang tiba di Indonesia. Efikasi menjadi salah satu indikator yang dipakai oleh para ahli dalam menjelaskan mekanisme merk vaksin tertentu. 

Misalnya saja, efikasi vaksin Sinovac sebesar 65,3 persen, Moderna mencapai 94,1 persen dan Pfizer mencapai 95 persen.

Namun, uraian ini bisa begitu membingungkan bagi masyarakat umum yang tidak memahami berbagai istilah keilmuan ini.

Sebaiknya, kita memahami istilah ini untuk memperbaiki pemahaman kita untuk meningkatkan pegetahuan dalam menangani Covid-19. 

Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan efikasi vaksin?

Dikutip dari akun Instagram WHO Indonesia, @whoindonesia, tingkat efikasi menandakan seberapa baik vaksin itu mencegah timbulnya penyakit pada orang yang sudah divaksinasi di dalam uji klinis.

"Jika efikasi suatu vaksin adalah 95 persen, artinya risiko orang-orang yang divaksinasi di dalam uji klinis mengalami Covid-19 95 persen lebih rendah dibandingkan peserta di kelompok kontrol yang tidak divaksinasi" demikian isi unggahan akun centang biru tersebut.

Sebagai perbandingan, dalam kelompok placebo, 100 dari 5.000 relawan terkena infeksi Covid-19. Sedangkan kelompok yang divaksinasi, hanya lima dari 5.000 sukarelawan yang terkena Covid-19.

Hal ini yang mendasari efikasi vaksin dinyatakan 95 persen karena risiko virus jauh lebih rendah.

Meski demikian, besaran efikasi bisa berbeda-beda di beberapa wilayah karena berbagai faktor.

Faktor tersebut antara lain karakteristik subjek uji, kondisi kesehatan atau latar belakang sukarelawan yang diuji, dan tingkat penularan penyakit di wilayah setempat.

Apa Perbedaan Efikasi Vaksin dan Efektivitasnya?

Tingkat efikasi vaksin didapatkan dari uji klinis yang dilakukan peneliti saat proses produksi. Hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan dan kelaikan sebelum digunakan secara masif.

Namun, besaran efikasi tidak menentukan efektivitas vaksin tertentu dibandingkan dengan yang lainnya. Jangan berpatok pada angka efikasi yang tertera untuk memilih jenis vaksin tertentu.

Vaksin terbaik adalah yang tersedia saat ini dan segera bisa didapatkan oleh masyarakat.

Seperti dimuat di Kompas.com pada (22/02/2021), efikasi  dan efektivitas vaksin sebenarnya sama-sama menakar tingkat penyakit orang yang divaksinasi dan orang yang tidak divaksinasi, mengutip dari laman resmi Immunisation Advisory Centre. 

Meski demikian, keduanya memiliki perbedaan mendasar yang perlu untuk dipahami.

Tingkat kemanjuran atau efikasi vaksin diukur di tahap uji klinis terkontrol. Sementara ity, efektivitas vaksin diukur setelah vaksin diberikan izin penggunaan dan digunakan oleh masyarakat luas.

Jadi, pengukuran dilakukan pada kondisi riil di lapangan dari berbagai kasus yang berbeda. Kedua perhitungan tersebut sama-sama penting digunakan untuk mengidentifikasi banyaknya orang yang terlindungi vaksin.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/07/16/135431520/memahami-makna-efikasi-vaksin-yang-kerap-disebut-para-ahli

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.