Larik Unik Batik di Atas Keramik

Kompas.com - 28/01/2010, 15:45 WIB
EditorNF

KOMPAS.com - Melaui organisasinya, Pusaka Iwan Tirta, maestro batik Indonesia, Iwan Tirta mencoba melestarikan koleksi batik Indonesia lewat koleksi unik keramik untuk peranti makannya. Ia menciptakan 4 rangkaian rancangan desain batik untuk keramik peranti makan menggunakan motif batik tradisional Indonesia. Modang dan Hokokai, merupakan motif untuk rangkaian premium yang digabung dalam kelompok Pusaka Maha Karya. Sementara untuk lini kedua, yang tergabung dalam tema Pusaka Indonesia, adalah motif Tumpal Nanas dan Pandai Sikat.

Pada peluncuran yang dilakukan di Metro Department Store, Plaza Senayan, Rabu (27/1/2010), Iwan Tirta mengatakan, "Sedari dulu kita berfokus mempromosikan tekstil Indonesia, kini saatnya kita juga mempromosikan kreasi kriya Indonesia dalam bentuk lain, misalnya pecah belah."

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pusaka Iwan Tirta, Lidya Kusuma Hendra, mengatakan, "Peluncuran koleksi perangkat makan dan minum keramik yang menggunakan corak nusantara ini dimaksudkan agar generasi selanjutnya pun bisa mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya kita." Menurutnya, bahkan dari negara lain pun ada yang juga menggunakan motif batik, karenanya saat ini sudah sepatutnya kita lebih gencar mempromosikan kreasi anak negeri, agar tidak terhilang dan terus bisa berlanjut ke generasi selanjutnya.

Mahal Itu Perlu
Di sela-sela peluncuran, Lidya sempat berujar kepada wartawan, bahwa harga koleksi keramik dengan motif batik ini cukup tinggi, bukan karena alasan. Ia mengatakan, harga yang lumayan tinggi tersebut merupakan saran dari Rahmat Gobel yang memberi saran, agar harga produk dinaikkan untuk meningkatkan prestise dan bersaing dengan barang-barang impor. Pasalnya, harga mahal karena mutu yang diberikan pun tinggi. Baik itu secara kualitas produk dan motifnya yang eksklusif.

Untuk koleksi premium, Pusaka Maha Karya yang sudah diluncurkan sejak setahun lalu, satu set-nya bisa mencapai harga Rp 330 juta. Masing-masing set terdiri dari 198 pieces (piring, mangkuk, cangkir, saucer, dan lainnya dalam beragam ukuran), yang disiapkan untuk 12 orang. Mengapa mahal sekali? Karena hanya dibuat 8 set untuk masing-masing motif, dan pinggiran dari alat makan ini terbuat dari emas asli. Dari ke-8 set ini, 1 sudah disimpan di museum, 1 digunakan untuk acara roadshow, dan sisanya dijual. Menurut perwakilan Pusaka Iwan Tirta, saat ini sudah terjual 2 set.

Koleksi Modang merupakan motif batik asal Yogyakarta. Coraknya berupa lidah api atau "cemukiran" yang kerap diartikan sebagai simbol kesaktian dan semangat. Corak ini banyak ditemukan pada ornamen hias tepi pakaian bangsawan keraton (dodot) dan ikat kepala lelaki Jawa. Sementara Hokokai, merupakan corak batik pesisiran yang kaya akan motif dan warna, karena pengaruh kuat kimono Jepang. Motif ini memiliki arti kata "himpunan kebaktian", dan dikenal semasa pemerintahan Jepang pada era tahun 1940-an.

Koleksi lini kedua, yang tergabung dalam Pusaka Indonesia, dimaksudkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Harga yang ditawarkan pun lumayan "jauh" dari koleksi premium, yakni sekitar Rp 1.790.000-an untuk masing-masing set yang terdiri dari 20 pieces (mangkuk, piring kecil, cangkir, saucer, dan lainnya) untuk 1 orang. Untuk masing-masing motif, hanya terdapat 100 set demi menjaga keeksklusivitasannya.

Motif Pandai Sikat merupakan corak dari songket yang berhias benang logam (emas atau perak) dan sangat rapat, sehingga hanya menyisakan sedikit ruang bagi penampilan kain dasarnya yang berwarna merah atau hitam. Bentuknya merupakan stilasi geometris dari lingkungan flora dan fauna. Sementara motif Tumpal Nanas merupakan adaptasi motif dari kain kalangan abdi keraton. Tumpal biasa dipakai sebagai hiasan kepala sarong yang berbentuk segitiga berjajar dan simetris sebagai penggambaran puncuk rebung atau stilasi dari pohon bambu muda yang berbentuk meruncing. Hal ini merupakan simbolisasi kehidupan bermasyarakat. Pimpinan berada di pucuk teratas, dan melebar yang berarti rakyat di bawah. Sementara nanas merupakan simbol kehidupan yang menggambarkan bahwa satu buah nanas bermata banyak, dan mata tersebut nantinya akan tumbuh menjadi tunas-tunas baru.

Kreasi batik pada peranti makan ini, hanya bisa didapatkan secara eksklusif di Metro Department Store Plaza Senayan dan Pondok Indah yang mengusung kampanye Celebrate the Year of the Tiger with Boundless Blessings of Prosperity selama bulan Februari ini. Tertarik? Buruan, karena masing-masing set tersebut sangat terbatas.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X