Gina Puspita: Tak Banyak yang Memahami Ketaatan

Kompas.com - 08/06/2011, 22:36 WIB
Editorwawa

KOMPAS.com — Suami dan istri perlu berlomba-lomba untuk taat. Suami yang taat menjadi imam bagi istri. Dengan suami yang taat, istri perlu taat pada suami. Istri boleh saja aktif dalam berbagai kegiatan dan pekerjaan di ranah publik, berbuat hal berguna untuk masyarakat. Namun, jangan sampai tugas utama sebagai istri terabaikan. Inilah beberapa gagasan yang mendasari Dr Gina Puspita Phd mendirikan Klub Taat Suami (KTS) di Indonesia.

Dalam perbincangan singkat melalui hubungan telepon, lebih lanjut Gina memaparkan kepada Kompas Female, "Islam mengajarkan suami yang dituntut bertanggung jawab, dan istri untuk taat. Dalam keadaan keduanya taat pada ajaran Islam, suami dan istri bisa saling mencintai tanpa dipaksakan. Konsep ketaatan istri terkait dengan ketaatan suami terhadap Allah, dan istri sebagai makmum. Kunci ketaatan istri di antaranya suami taat kepada Allah, suami yang tidak melanggar aturan Allah. Dengan begitu, rumah tangga akan dirahmati. Ini bukan sekadar klub, melainkan klub yang dibentuk karena perjalanan panjang sebuah perjuangan untuk mendidik orang mengenai Islam yang lebih lengkap," jelas Gina, yang sejak dua tahun terakhir menjabat sebagai direktur bagian perempuan di organisasi Global Ikhwan.

Gina menyebutkan, KTS digagas pertama kali di Malaysia oleh Hatijah Aam, istri kedua pendiri Global Ikhwan, Abuya Syeikh Imam Ashaari Attamimi. Gina meluruskan, klub yang dibuatnya bernama Klub Taat Suami bukan Ikatan Istri Taat Suami atau Klub Istri Taat Suami. Ia juga mengklarifikasi, peresmian KTS Indonesia akan digelar di Jakarta, 18 Juni 2011. KTS ke depan akan menjadi klub yang memberikan konseling pernikahan, termasuk pendidikan seks kepada kaum perempuan. KTS sendiri tak menetap, konsultasi bisa dilakukan di Jakarta atau Bogor.

"Belum juga diresmikan banyak perempuan yang berkonsultasi, kebanyakan mengenai masalah rumah tangga, dan kebanyakan adalah anggota Global Ikhwan. Di klub ini istri juga mendapatkan pendidikan seks menurut Islam, apa yang boleh dan tidak. Namun, tak hanya itu, istri juga bisa belajar taat menurut Islam itu bagaimana," jelas perempuan kelahiran Bogor, 8 September 1963, itu.

Menurut Gina, banyak orang yang tidak mengetahui konsep taat menurut Islam. Taat dipahami sebagai sesuatu yang menakutkan dan merendahkan perempuan. Edukasi mengenai ketaatan inilah yang ingin disampaikan Gina melalui KTS. Diakuinya, KTS dibentuk melalui perjalanan panjang dan bukan hasil pemikiran atau kegagagalan pribadi. 

Lahirnya KTS juga dinilai Gina bisa menjadi wadah bagi perempuan untuk memahami lebih mendalam mengenai ketaatan. "Sudah terlalu banyak perempuan yang tidak memahami ketaatan," tutur Gina, yang bergabung di Global Ikhwan sejak 2004 silam.

Dalam pandangan Gina, ketaatan penting dihadirkan dalam rumah tangga. Rumah tangga yang kokoh akan menguatkan sebuah keluarga. Dan, keluarga merupakan elemen penting di masyarakat yang menguatkan suatu negara bahkan dunia. "Agar rumah tangga kokoh, pelayanan kepada suami harus ditingkatkan. Selain juga pembinaan terhadap laki-laki agar bertanggung jawab dan taat kepada Allah," katanya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X