Kompas.com - 17/11/2011, 08:48 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Macet, polusi, dan berbagai realita kehidupan di Jakarta sepertinya menjadi daftar hal yang menyebalkan dari kondisi Jakarta sekarang ini. Tetapi sudut pandang yang berbeda justru ditorehkan Angie Blaire terhadap Jakarta. "Bagi saya, Jakarta itu kota impian, kota penuh impian dan harapan yang tinggi untuk bisa mewujudkan semua cita-cita saya," tukas Angie Blaire kepada Kompas Female, sesaat setelah mini show perdananya di Jakarta Fashion Week 2012 yang berlangsung di Fashion Tent, Pacific Place, Jakarta Selatan, Selasa (15/11/2012) lalu.

Angie tak memungkiri bahwa Jakarta juga tak selalu indah di matanya. Semua cerita indah dan menyebalkan yang dialaminya pun dituangkan ke dalam goresan desain busana yang indah dan simpel. "Sebenarnya secara tidak langsung saya ingin mengajak untuk melihat bahwa Jakarta masih punya sisi positif dan keindahan, seperti kelap-kelip cahaya lampu di malam hari," tambah perempuan asli Semarang ini.

Melalui label busananya, yaitu Blaire, Angie memperlihatkan ciri khas desain yang simpel dan bergaya vintage. "Hampir semua busana saya mengadaptasi busana tahun '50-an yang classic dan simpel seperti Audrey Hepburn," bebernya.

Ciri lain dari Blaire adalah pemilihan warna yang playful dan seksi. Angie sendiri tak menetapkan limit usia tertentu untuk bisa menggunakan beragam kreasi rancangannya. "Sentuhan classic dan vintage sekaligus seksi dan glamor membuat banyak perempuan dari berbagai usia mulai dari 17-70 tahun suka dengan rancangan saya," tambahnya.

Untuk busananya, Angie banyak menggunakan bahan seperti sutera sifon, printed silk, tulle, renda, brokat, sampai taffeta.

Jakarta di mata Angie
Mini show di Jakarta Fashion Week 2012, yang merupakan debut Angie, diberi tema "Jakarta Nightlight Grooves". Angie menghadirkan 35 outfit yang terbagi dalam tiga sekuens.

Di sekuens pertama, penonton dibawa untuk menikmati dinamika jalan-jalan protokol Jakarta yang senantiasa sibuk dan macet. Dalam berbagai koleksi di sesi ini, Angie memanjakan mata dengan menggunakan corak dan motif busana yang penuh dengan coretan-coretan abstrak. "Coretan dan motif ini menunjukkan kepadatan dan kemacetan Jakarta," tukasnya. Warna-warna yang cerah seperti kuning dan oranye cerah, dengan tambahan goresan motif tak beraturan yang abstrak terasa sangat memanjakan mata.

Gaun cocktail yang menampakkan teknik draperi penuh pada berbagai sudut busana cukup menambah aksen seksi. Rok mini dengan lipatan-lipatan penuh dan kemben hitam yang simpel, serta beberapa koleksi blazer warna senada yang dipadukan dengan kemeja tanpa lengan terlihat sangat elegan dan penuh warna. Gaun gaya one shoulder atau gaun dengan punggung yang terbuka, berikut aplikasi pita besar juga mewarnai koleksinya.

Pada sekuens kedua, Angie menampilkan berbagai busana yang terisnpirasi keanggunan awan dan langit kota Jakarta. Kali ini, Angie memberikan suguhan berupa koleksi evening dress yang glamor dan seksi. Sesuai dengan temanya, warna-warna yang digunakan menggambarkan keindahan langit dan awan sore hari seperti ungu, abu-abu, coklat, sampai hitam, dengan gradasi warna yang cantik.

Model gaun malam karya Angie didominasi dengan potongan tube panjang, aksen tumpuk, serta pita-pita. Untuk menambah kesan glamor, Angie menggunakan tambahan kain panjang yang dibentuk seperti sayap yang menjuntai dan melayang dengan indah. Tube dress dengan draperi di bagian dada dan ujung gaun yang dibuat model puff berlipat juga menambah keanggunan koleksinya.

"Pada bagian ini, saya lebih menonjolkan siluet lekuk tubuh perempuan yang sempurna, agar selalu terlihat indah. Sehingga busana ini memang sengaja dirancang press body dengan aksen banyak draperi dan warna gelap," ungkapnya.

Untuk prosesi klimaks, Jakarta yang identik dengan landmark Bundaran HI juga tak luput dari penglihatan perempuan bertubuh ramping ini. Sebagai wujud dari puncak perayaan akan keindahan kota Jakarta, ia pun menghadirkan koleksi gaun pengantin yang spektakuler. Taburan kristal Swarovski dan payet-payet cantik berwarna putih terlihat berkilau memenuhi gaun pengantin ini. Gaun pengantin dengan model puff tube dress ini semakin terlihat menakjubkan dengan tambahan lampu LED kecil berwarna putih yang memenuhi seluruh bagiannya. Di gaun ini, payet, kristal, dan lampu disusun secara berurutan dengan metode asimetris yang rapih. Lampu sepanjang sekitar 10 meter dirangkai dan disusunnya di luar busana.

Dengan klimaks busana yang memukau, dan didukung oleh beberapa desainer lain seperti Vilia Ciputra untuk koleksi aksesori, Nefrin Fadlan untuk koleksi sepatu, dan tas cantik dari Mimsy karya Christina Theosa, mini show Blaire by Angie Blaire ini terbilang sangat sukses. "Saya sangat puas dengan hasilnya. Semua jerih payah saya untuk acara ini terbayar sudah saat mendengar tepuk tangan penonton," akunya.

Klik di sini untuk melihat galeri foto Jakarta Fashion Week 2012:
Koleksi Danar Hadi
Koleksi para selebriti di sesi Grazia Glitz & Glam
Koleksi desainer Singapura Ashley Isham

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X