Akupuntur Memperbaiki Ereksi

Kompas.com - 15/01/2012, 18:01 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Malam pertama yang seharusnya indah malah kacau bagi Edu (27 tahun) dan pasangan. Pria ini tak sabar memulai malam pengantin itu, sebaliknya sang istri memasukinya dengan rasa cemas.  Keduanya mungkin tak memiliki pengetahuan seksual yang memadai.  Akhirnya, malam pertama pun sangat tidak memuaskan.

Peristiwa itu meninggalkan trauma bagi sang istri, dan ia kemudian sering menolak berhubungan intim. Lama kelamaan Edu kian tertekan, kehilangar dorongan seksual (libido). Akibatnya, ia mengalami keluhan GFS (gangguan fungsi seksual).

Gangguan dorongan seksual seperti yang dialami Edu, menurut DR. Dr. Koosnadi Saputra, Sp.Rad, MD, Ph.D, menimpa sekitar 15 persen pria dewasa. Sekitar 10 persennya berujung pada disfungsi ereksi (DE). Semakin bertambah umur, kasus DE semakin sering terjadi. Pada pria berumur di atas 40 tahun, lebih dari setengahnya (52 persen) mengalami DE, sedangkan 26-40 persen pria mengalami gangguan ejakulasi dini (ED).

"Lain pria, lain pula wanita. Gangguan seksual pada kaum Hawa lebih banyak berupa gangguan orgasme, atau tidak puas dalam hubungan seksual," ungkap spesialis radiologi dan ahli akupuntur dari Perhimpunan Dokter Akupuntur Medis Indonesia ini.

Penyebab GFS sangat kompleks, bisa fisik serta psikis, atau kombinasi keduanya. Penyakit fisik seperti diabetes, penyakit jantung koroner, gangguan sistem saraf urogenitalis, radang saluran kencing, gangguan hormon, bisa menyebabkan GFS. Pemicu psikis seperti stres, cemas, kurang percaya diri, trauma pada pengalaman lalu, dan komunikasi yang buruk dengan pasangan.

Ginjal Lemah

Menurut ilmu akupuntur, DE disebabkan gangguan fungsi ginjal, hati, dan limpa. Meridian ginjal dan kandung kemih melewati area yang berkaitan dengan urogenitalis, sehingga memengaruhi fungsi alat-alat urogenitalis, termasuk sistem reproduksi, testis, dan ovarium.

Ginjal juga memengaruhi sistem saraf, otak, dan sumsum tulang belakang, sehingga sangat berkaitan dengan emosi takut dan depresi. "Karena itu, ginjal yang lemah sering menimbulkan DE dan ejakulasi dini," ujar dokter di Sentra Rehabilitasi Medik Meridien Surabaya ini.

Fungsi hati berkaitan dengan sirkulasi darah, sehingga berpengaruh pada bioenergi tubuh. Perjalanan meridian hati melingkari genitalia eksternal. Kontraksi tendon dan otot juga dipengaruhi kerja hati.

"Untuk ereksi yang kuat, perlu darah dan energi untuk mengisi penuh rongga-rongga tempat pembuluh darah. Juga penting ada dukungan kerja tendon dan otot sekitar penis yang memungkinkan terjadinya ereksi dengan baik," papar staf pengajar di Academy Acupuncture of Surabaya ini.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X