Kompas.com - 26/03/2013, 21:50 WIB
EditorDini

KOMPAS.com -  Selain make-up, gaun pengantin juga memegang peran penting untuk membuat Anda terlihat memesona di hari pernikahan. Saat pagelaran Wedding Exhibition East Meet West: Embrace, Worlds Coming Together, sejumlah desainer tanah air seperti Ferry Sunarto, Amy Atmanto, Eddy Betty, Rusly Tjohnardi, Sally Koeswanto, Marga Alam, Andreas Odang, Agnes Budhisurya, Didi Budiarjo, dan lain-lain, memamerkan koleksi busana pengantin dari berbagai daerah di Indonesia dan beberapa negara di Asia.

"Sampai saat ini, masyarakat Indonesia masih lebih banyak yang memilih dibuatkan gaun pengantin bergaya internasional dibanding tradisional. Padahal, baju pengantin tradisional bisa dibuat lebih elegan dan modern dengan beberapa modifikasi," ungkap Ferry Sunarto, saat konferensi pers di Shangri-La Hotel, Jakarta, Jumat (22/3/2013) lalu.

Ferry, yang banyak menampilkan busana yang sarat nuansa tradisional, menghadirkan koleksi busana pengantin Jawa. Untuk memberikan sentuhan yang lebih modern, Ferry memberi elemen modern yang berbeda. Ia juga menggabungkan desain busana pengantin Jawa dan Eropa.

"Saya memberikan gaya baroque pada tiap busana pengantin Jawa ini," jelasnya. Koleksi kebaya pengantin ini terlihat lebih romantis dengan tambahan detail bahan lace dan renda.

ferry amy  Busana karya Amy Atmanto dan Ferry Sunarto.

Desainer kebaya Amy Atmanto menghadirkan koleksi kebaya bertema Nyai Semilir.  "Dalam parade ini, saya menampilkan tiga kebaya dan satu jas pria semi tuksedo karya Ai Syarif," ungkap Amy. Satu kebayanya merupakan koleksi kebaya modifikasi dari bahan velvet dengan detail payet mutiara dan swarovski. Sedangkan, dua lainnya merupakan kebaya Kartini berlengan pendek warna hijau dan oranye elektrik.

jemima2  Busana karya Sanggar Liza,Marga Alam, dan Jemmima.

Inspirasi gaun pengantin juga bisa didapatkan dari busana pengantin di luar negeri, seperti Jepang, Korea, India, dan lain-lainnya. Agnes Budhisurya mengeksplorasi keindahan busana tradisional Korea, Hanbok, menjadi sebuah gaun pengantin yang elegan. Di bagian ekornya, Agnes bahkan menambahkan detail lukisan kain bergambar bunga teratai dengan warna pink lembut yang serasi dengan warna putih gaunnya.

Desainer lain juga mencoba mengeksplorasi ciri khas busana tradisional dari negara Asia lainnya. Widhi Budimulya, yang mengangkat tema gaun pengantin Jepang, membuat busana pengantin bergaya kimono. Eddy Betty menghadirkan tema gaun pengantin China yang didominasi cheongsam. Sedangkan Andreas Odang menampilkan busana pengantin bergaya India dengan warna marun dan garis keemasan yang cantik.

widi budi andreas copy Busana karya Widhi Budimulya (Jepang) dan Andreas Odang (India).

FOTO-FOTO: ARSELAN GANIN

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.