Kompas.com - 15/08/2017, 10:41 WIB
Ilustrasi spons cuci piring. ThinkstockphotosIlustrasi spons cuci piring.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Spons di dapur menjadi benda wajib untuk membersihkan alat masak dan piranti makan, namun alat pencuci piring ini bisa menjadi benda yang paling kotor. Para ilmuwan menerbitkan sebuah studi yang mengungkapkan betapa padatnya permukaan spons di dapur dengan bakteri mikroskopik.

Untuk menghasilkan perhitungan yang akurat, para peneliti melakukan dua cara. Sebelumnya para ahli hanya mengukur jumlah bakteri dalam spons kotor di cawan patri laboratorium, namun tidak semua bakteri bisa tumbuh dalam media tersebut.

Para peneliti kemudian mengumpulkan data tambahan dari donor spons (sampel dari 14 spons cuci piring). Ternyata, spons yang dibersihkan secara teratur di air bersabun atau mesin pencuci piring menyimpan lebih banyak bakteri yang disebut Moraxella osloensis.

Bakteri tersebut umum dan tidak berbahaya, namun bisa menyebabkan infeksi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu.

Menurut Dr.Markus Egert, ahli mikrobiologi, penelitian ini bukan bermaksud menyebabkan ketakutan, namun tetap saja banyak pembaca yang khawatir. "Studi kami terutama untuk  menciptakan kesadaran, bukan ketakutan," katanya kepada harian New York Times.

Walau bakteri dalam spons cuci piring tak selalu berbahaya, namun menurutnya lebih baik membuang yang mulai bau, pertanda bahwa bakteri jahat ada di sana.

Departemen Pertanian Amerika Serikat juga menyarankan untuk membeli spons baru sesering mungkin, karena alat pencuci tersebut "sulit dibersihkan."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Anda seharusnya tidak menjadi histeris dan takut pada spons dapur," kata Egert. Bahkan lingkungan steril pun bisa membuat seseorang sakit, tambahnya. "Tapi jika Anda sakit atau sakit parah di rumah, harus lebih berhati-hati.”

Dapur memang tempat paling cocok untuk kontaminasi silang. Tetapi, Anda juga bisa terkena penyakit dari makanan yang tidak disiapkan dengan baik atau dari ponsel, seperti halnya dari spons kotor, kata ahli.

Respon tubuh setiap orang bisa saja berbeda terhadap patogen yang sama, seperti lubang yang bisa merusak satu mobil tapi tidak pada bagian yang lain, kata Kevin Sauer dari Kansas State University, yang telah mempelajari kontaminasi silang di dapur.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah risiko penularan bakteri dari spons yang kotor, misalnya dengan menggunakan spons berbeda untuk berbagai jenis pekerjaan dapur, seperti spons mencuci piring tidak disatukan dengan spons membersihkan meja. Ganti spons secara berkala, paling tidak seminggu sekali.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.