Begini Cara Pria Lakukan Meditasi untuk Kurangi Stres

Kompas.com - 25/09/2017, 15:00 WIB
Ilustrasi pexelsIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Mediatasi, dalam teori maupun praktiknya, bisa nampak seperti “omong kosong” bagi kebanyakan pria. Bahkan, tak sedikit pria yang memutar bola mata saat dijelaskan tentang seni meditasi atau istilah umumnya “the art of mindfulness”, tutur Aino Siren, seorang instruktur yoga.

Tetapi jujur saja, bahwa kondisi stres itu sangat nyata. Ada banyak hal yang dapat membuat Anda mudah mengalami stres, seperti tekanan pekerjaan, kisah percintaan, target latihan, dan banyak hal lainnya. Dan belajar fokus (mindfulness) terhadap apa yang sedang Anda lakukan, yang dilakukan dalam meditasi, bisa membantu Anda keluar dari jebakan-jebakan stres itu.

"Mindfulness membuat Anda hadir pada saat ini, menyadari lingkungan sekitar Anda, dan menyadari bagaimana semua itu membuat Anda merasa," kata Siren yang mengkhususkan diri pada latihan ISHTA, yang menggabungkan aliran vinyasa dengan meditasi.

"Hal ini dapat mempengaruhi hidup Anda dengan banyak cara positif; Anda mendapatkan lebih banyak fokus, yang dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran Anda, yang kemudian meningkatkan kesejahteraan dan kehidupan Anda secara keseluruhan."

Pikiran mindfulness memang tidak akan membuang semua stres itu, tapi dapat membantu Anda melepaskannya. Inilah cara untuk membuat meditasi hadir dalam latihan favorit Anda--tanpa perlu datang ke kelas yoga:

Matikan ponsel selama berolahraga

Letakkan perangkat elektronik Anda sebelum melakukan olahraga dan beberapa saat usai olahraga, saran Siren. Cara ini akan membuat Anda lebih fokus untuk merasakan gerakan-gerakan, merasakan tarikan dan hembusan napas, sehingga pikiran akan lebih banyak fokus terhadap apa yang sedang Anda lakukan.

Tujuan utamanya adalah menikmati olahraga tanpa adanya distraksi. Dengan begitu Anda akan tahu apakah tubuh masih bisa melakukan gerakan lebih banyak atau sudah waktunya istirahat, kapan harus terus bergerak dan kapan harus berhenti sejenak.

Bila Anda menerapkan ini dalam berbagai aspek kehidupan, segala masalah akan lebih mudah teratasi karena Anda mampu untuk fokus pada apa yang seharusnya dan bisa dilakukan.

Fokus pada pernapasan selama pemanasan

Sebelum memulai latihan, ambil tiga menit untuk menutup mata dan bernapas. Duduk atau berbaringlah sehingga Anda benar-benar merasa nyaman, lalu lakukan pernapasan perut: Isi toso Anda dengan udara, dari bawah ke atas, sehingga ruang di antara tulang rusuk terasa melebar seperti balon.

Gunakan waktu ini untuk mengulangi niat dari latihan dan pikirkan tujuan Anda hari ini. Ini akan membersihkan pikiran dan membantu Anda memulai latihan dengan lebih fokus. Penekanan tepat pada pernapasan juga dapat membuat latihan berjalan lebih efisien, sehingga target latihan menjadi lebih mudah dicapai.

Rasakan bagaimana otot bergerak

Jika Anda berada di tengah sesi angkat beban, ambil beberapa napas dan visualisasikan apa yang akan Anda lakukan, kata Siren. Semuanya akan terhubung: pernapasan Anda, otot-otot yang Anda gunakan untuk bekerja, dan gerakannya.

Hal ini tidak hanya bisa membantu Anda meningkatkan performa, namun juga menurunkan risiko cedera selama berolahraga. Dalam kehidupan sehari-hari, fokus pada apa yang Anda kerjakan, dapat membantu mengurangi jenis keteledoran yang nantinya bisa memicu stres.

Kenali kapan harus berhenti sejenak

Olahragawan di eselon olahraga tertinggi tahu bagaimana mendengarkan tubuh mereka. Misalnya, beri diri Anda istirahat jika timbul tanda overtraining, seperti kurang bergairah, cedera, atau kondisi lain yang berkaitan dengan kelelahan mental dan fisik.

"Bila Anda sadar akan perasaan Anda dan membiarkan diri Anda untuk sedikit lebih lambat atau memberi 110% saat Anda merasa kuat, ini akan menghasilkan latihan berkualitas setiap hari. Begitu juga saat Anda melakukan hal-hal lain dalam hidup," tutur Siren.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X