Bermula dari era Mangkunegaran VI, Begini Kisah Wayang Orang Sriwedari

Kompas.com - 19/02/2018, 17:15 WIB
Wayang Orang SriwedariAriska Anggraini Wayang Orang Sriwedari

SOLO, KOMPAS.com - Di tengah modernitas di bidang hiburan, wayang orang Sriwedari masih mampu mempertahankan eksistensinya.

Kompleks Sriwedari, sebuah kompleks bersejarah di tengah kota Solo, menjadi saksi perjuangan para pegiat budaya untuk mempertahankan warisan tradisi yang dulu pernah begitu digemari masyarakat.

Seiring dengan perubahan jaman, eksistensi wayang orang Sriwedari pun menghadapi banyak tantangan dan halangan. Pasang surut mewarnai perjalanan para pegiat budaya untuk mempertahankan warisan adiluhung ini.

Usaha ini nampaknya tidak sia-sia. Agus Prasetyo, kordinator pertunjukan wayang orang Sriwedari, menyebut minat warga untuk menyaksikan pagelaran wayang orang semakin meningkat.

Baca :Pentas Wayang Orang Sriwedari, Pernah Hanya "Ditonton Kursi"

Lantas, bagaimanakah awal mula perjalanan wayang orang Sriwedari hingga mampu bertahan di tengah gempuran modernitas saat ini?

Berdasarkan penuturan Agus Prasetyo, awal mula pementasan wayang orang ini berawal dari dalam istana Mangkunegaran. Namun, karena krisis ekonomi saat pemerintahan raja Mangkunegara ke VI, semua pemain wayang terpaksa dipensiunkan.

Sejak saat itulah, para pemain wayang membentuk kelompok dan melakukan pementasan dari kampung ke kampung.

Hingga, seorang pengusaha keturunan Tionghoa yang bernama Gan Kam, melihat fenomena ini sebagai peluang bisnis.

Gan Kam pun merekrut mantan pemain wayang orang dari Kraton Mangkunegaran menjadi sebuah grup dan membentuk pementasan dengan panggung ala opera barat, serta menarik bayaran dari para penontonya.

Pertunjukan wayang orang gagasan Gan Kam ini pun semakin memasyarakat. Hingga di akhir tahun 1895, Pakubuwono X  memberikan 'Kebon Rojo' atau kawasan Sriwedari - yang pada saat itu tempat rekreasi sang raja - sebagai tempat pertunjukan wayang orang.

Sambutan yang hangat atas hadirnya wayang orang ini akhirnya membuat banyak para seniman membentuk berbagai kelompok wayang, mulai dari Jawa Timur hingga Jakarta.

Bahkan, pertunjukan wayang orang ini berhasil memunculkan beberapa bintang panggung seperti Rusman, Darsi, Soerono.

"Bisa dibilang Wayang Orang Sriwedari ini adalah pelopor pertunjukan wayang orang. Sekarang kami punya sekitar 80 orang pemain yang didominasi pemain muda," tambah Agus.

Pada era Soekarno, wayang orang Sriwedari sempat dipertontonkan di istana negara sebagai pertujukan tamu negara saat itu.

Dan setelah sempat sepi dari pengunjung, justru di era serba digital ini orang merindukan kembali kehadirannya. Terbukti dari makin banyaknya penonton muda yang menghadiri pertunjukkan dari waktu ke waktu. Semoga...




Close Ads X