BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan #gensehatcerdas

"Minum Ayam" Bisa Atasi Kelelahan Para Pekerja Muda

Kompas.com - 26/02/2018, 12:42 WIB

KOMPAS.com - Pada 2050 mendatang, generasi milenial diprediksi akan mengisi setengah angkatan kerja. Melansir dari guardian.com pada Selasa, (15/3/2016), para pekerja muda kelahiran 1980-1995 ini ternyata memiliki karakteristik unik saat bekerja dibandingkan generasi lainnya.

Milenial tak lagi menerapkan keseimbangan kehidupan kerja (work life balance), melainkan integrasi kehidupan kerja (work life integration).

Jadi, aktivitas milenial dalam bekerja tidak lagi terbatas dalam jam 9-5 dan bisa bercampur dengan ritme kehidupan sosial mereka. Terbukti, mereka sebenarnya merupakan para pekerja keras.

Salah satu contoh dalam artikel tersebut adalah Ann-Victorie Meillant, seorang konsultan sumber daya manusia (SDM), yang bekerja di Paris sekaligus penulis buku From Millennials with Love. Ia mengatakan merasa senang bila bisa membantu kliennya di luar jam kerja umum itu.

“Saya menyukai pekerjaan saya. Jika klien saya sesekali menghubungi saya pukul 22.00, saya merasa senang karena bisa membantu hal-hal yang penting buat mereka,” ujar Meillant.

Bukan hanya karena cinta pekerjaan, persoalan karena tuntutan waktu dihadapi oleh pembuat film berbasis di London yang juga co-founder rumah produksi Pied Paper Pictures, Mihalis Monemvasiotis.

Monemvasiotis mengatakan, waktu kerjanya tak menentu. Ia bisa saja baru selesai bekerja pukul 21.00 atau bahkan lebih malam lagi.

Baginya, pekerjaan, ide berkreasi, dan kehidupan sosialnya sudah menyatu.

“Bagaimana saya bisa menyelesaikan pekerjaan pukul 17.00? Pada jam itu, sebagian orang (di negara lain) baru saja bangun dan saya harus menghubungi orang di New York melalui video call di Skype. Belum lagi jika menunggu orang yang bangun di Tokyo, saya jadi harus siap begadang lebih malam lagi,” ujar Monemvasiotis.

Pada usia produktif, kegigihan milenial dalam bekerja pun menenunjukkan bahwa masa muda menjadi waktu yang penting untuk mewujudkan berbagai ambisinya. Untuk itu, mereka pun harus bisa tetap aktif di antara berbagai tuntutan dalam aktivitas sehari-hari.

Harus mampu atasi kelelahan

Penting bagi pekerja muda untuk tetap sehat dan menjaga kebugaran tubuh di antara waktu kerja yang tak menentu tersebut. Tetap bekerja boleh, tetapi jangan sampai jadi memaksakan diri.

Baca: Inilah Tandanya, Apakah Kamu Itu Workaholic atau Pekerja Keras?

Bila memaksakan diri di antara jadwal yang sudah padat, kelelahan pun bisa datang dan pikiran jadi sulit untuk konsentrasi.

Ilustrasi pekerja yang kelelahan.ThinkStock Ilustrasi pekerja yang kelelahan.
Penyebabnya bisa berasal dari kombinasi gaya hidup dan kondisi psikologis yang dilalui pada rutinitas harian. Melansir dari mayoclinic.org, Kamis (11/1/2018), efek kelelahan berkaitan dengan kebiasaan makan yang tak sehat, kekurangan tidur, dan aktivitas fisik berlebih.

Hal tersebut tentu malah menghambat proses bekerja. Akibatnya, ketika akan melanjutkan pekerjaan kembali, tubuh pun terasa tak berenergi dan sulit berkonsentrasi.

Ada beberapa cara untuk mengatasinya. Selain beristirahat sejenak, biasakan pula konsumsi makanan dengan bahan alami agar kesehatan dan kebugaran tubuh terjaga.

Salah satunya seperti mencoba konsumsi ekstrak sari pati ayam.

'Minum ayam' atau meminum sari pati ayam, bisa menjadi suplemen yang dapat memelihara kesehatan dan mengoptimalkan kembali energi tubuh.

Sari pati ayam merupakan ekstrak yang terbuat dari proses khusus menggunakan metode double boiled. Proses tersebut memisahkan ekstrak ayam dari lemak dan kolesterolnya sehingga memproduksi ekstrak sari pati ayam yang mengandung asam bio amino peptide dan dapat langsung dikonsumsi.

Berbagai penelitian pun menunjukkan, mengonsumsi saripati ayam memiliki efek signifikan yang mampu mengurangi kelelahan dan meningkatkan konsentrasi mental yang diperlukan untuk bekerja kembali.

Hasil studi tentang efek sari pati ayam untuk pemulihan dari kelelahan dalam jurnal US National Library of Medicine-National Institutes of Health (www.ncbi.nlm.nih.gov) menunjukkan, tingkat kortisol darah kelompok responden yang mengonsumsi sari pati ayam kembali ke tingkat optimal dibandingkan kelompok responden yang diberi minuman lain (placebo). Untuk itu, rasa lelahnya pun dapat berkurang.

Setelah empat minggu mengonsumsi sari pati ayam, hasil penelitannya pun menunjukkan ada beberapa perbaikan dalam kinerja tugas responden yang mengonsumsi sari pati ayam. Mereka menjadi lebih konsentrasi, dan hal itu tecermin dari tingkat kesalahan yang lebih kecil saat mengerjakan tugas yang diberikan dalam penelitian.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.