Kompas.com - 02/03/2018, 17:52 WIB
Memulai bisnis sedari muda, bahkan sejak masih berstatus mahasiswa, bukanlah hal yang tidak mungkin. THINKSTOCKPHOTOSMemulai bisnis sedari muda, bahkan sejak masih berstatus mahasiswa, bukanlah hal yang tidak mungkin.
|
Editor Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak orang yang ingin memulai bisnis tapi selalu gagal. Kegagalan tersebut kemudian melahirkan semacam kebuntuan hingga tak sedikit yang putus asa memulai bisnis.

Sebenarnya, apa sih kegagalan-kegagalan utama yang dilakukan seseorang saat memulai bisnis?

Vice President Business Development Lima Group, Agni Pratama menuturkan, salah satu penyebab utama kegagalan adalah tidak mengenali rantai nilai dan ekosistem.

Dalam berbisnis, kata dia, harus ada faktor rantai pemasok, aktor pendukung dan regulasi.

"Rata-rata (gagal) karena tidak kenal. Sudah milih (bisnis) kayu, ternyata ada regulasi bahwa kayu tidak memenuhi sustainability standard. Gagal. Atau sudah milih ekspor ternyata ada kuota, standar internasional. Dia enggak mengerti," ujar Agni dalam workshop Local Market di Oakwood Suites, Jakarta Selatan, Jumat (2/3/2018).

Selain itu, start up kerap berjalan sendiri-sendiri dan yakin diri mereka sendiri mampu menyelesaikan masalahnya. Padahal, mereka juga harus memiliki akses informasi dan akses kepada orang-orang yang ahli di bidangnya semacam mentor.

Banyak pula pebisnis pemula yang kurang riset.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Banyak yang sangat lack of research. Mereka cuma mikir barang ini laku, tapi tanpa riset. Riset perlu dilakukan dan kebanyakan start up kurang melakukannya," tuturnya.

Hobi juga bisa menjadi pintu masuk berbisnis. Saat produk dari hasil hobi tersebut dipasarkan ke publik, saat itu pula lah riset berjalan.

"Menjual kan salah satu bagian dari riset dan validasi produk," tutur Agni.

Ia pun memberi saran kepada para pebisnis pemula untuk memulai bisnis berdasarkan masalah.

"Misal, ojek online. Dia mulai dari masalah kesulitan akses, macet, dan lain sebagainya. Dia mulai dari problem jadi dia tahu problem apa yang akan diselesaikan dengan produk dan jasa mereka," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.