Kompas.com - 22/05/2018, 11:40 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com — Anak usia prasekolah biasanya akan mengungkapkan langsung apa yang terlintas di pikirannya.

Kepolosannya ini terkadang bisa membuat orang lain tersinggung karena ia berkata tidak sopan atau dianggap mengejek.

"Anak usia tiga atau empat tahun biasanya belum tahu konteks yang pantas saat mengungkapkan informasi. Mereka tidak bermaksud kasar atau tidak sopan," kata Susan Verwys, PhD, pakar pendidikan anak usia dini dari Michigan.

Kabar baiknya, menurut Verwys, kita bisa mengajarkan anak mana yang dianggap sopan dan tidak kepada orang lain.

Berterima kasih
Si kecil sangat gembira menerima kado dari neneknya dan langsung kecewa saat membuka bungkusnya. "Aku sudah punya boneka seperti itu," katanya jujur.

Walau kita sebagai orangtua merasa malu, tetaplah bersikap tenang.

"Bicaralah dalam posisi sejajar (eye level) dengan anak dan katakan dengan jelas, 'Sayang, kita selalu mengucap terima kasih saat menerima hadiah, entah kita sudah punya atau belum," saran Verwys.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian saat sedang bersama anak di rumah, ajari anak sikap yang sopan saat menerima hadiah. Daripada hanya memberi nasihat, cobalah melakukan latihan peran dengan berpura-pura membuka kado.

Ajari anak untuk menemukan hal menyenangkan untuk dikatakan tentang kado.

Baca juga: Anak Dapat Nilai Bagus di Sekolah, Jangan Beri "Reward" Uang

Bersikap sensitif
Anak usia prasekolah memang lugu dan terkadang membuat kita malu. Misalnya saja mengatakan bahwa om yang duduk di meja seberang sangat gemuk atau betapa keritingnya rambut tetangga.

Menghadapi perilaku anak tersebut, hindari marah-marah. Dengan tenang, beritahu anak bahwa tidak sopan membuat komentar tentang penampilan orang lain di muka umum.

"Hindari juga memaksa anak untuk minta maaf. Sebagai orangtua kita bisa mengucapkan permintaan maaf sederhana pada orang tersebut," kat Michele Borba, penulis buku 12 Simple Secrets Real Moms Know.

Sesampai di rumah, beritahu anak untuk tidak berkomentar tentang penampilan orang lain. "Lebih baik, kamu simpan saja dalam hati atau kamu bisa sampaikan pada mama nanti saat berdua saja," katanya.

Periksa diri
Kita memang tidak bisa selalu mengontrol apa yang dikatakan anak. Namun, kita bisa mengendalikan apa yang kita ucapkan.

Jadi, kita tidak hanya harus hati-hati saat berbicara dengan si kecil, tapi juga menyadari apa yang kita ucapkan saat anak ada di sekitar kita.

Mungkin saja kita sering berkomentar tentang fisik orang lain atau membuat lelucon tentang orang lain. Ingat, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.

Baca juga: Menghadapi Balita yang Suka Memukul

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Parenting
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.