Menghadapi Konflik dengan Pasangan? Cobalah Jalan Bersama

Kompas.com - 26/06/2018, 10:41 WIB
Ilustrasi pasangan di alam kitzcornerIlustrasi pasangan di alam
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Apakah kamu sedang cekcok dengan pasangan? Cobalah duduk bersama dan membicarakan hal tersebut. Kemudian, cobalah untuk jalan bersama.

Ketika kamu berjalan berdampingan dengan orang yang tengah cekcok denganmu tersebut, kamu akan merasakan gesekan tersebut perlahan hilang. Seiring bertambahnya langkah demi langkah.

Lama kelamaan, kalian berdua mulai tak lagi memperdebatkan hal sebelumnya.

Hal ini tak hanya berlaku untuk pasangan kekasih, namun juga untuk hubunganmu dengan teman yang lainnya. Ya, cobalah jalan bersama.

Peneliti sekaligus mahasiswa postdoctoral psikologi di Emory University, Christine Webb, Ph.D. mengamininya. Hal itu membuatnya menulis sebuah artikel tentang berjalan dan resolusi konflik bagi psikolog Amerika.

"Ketika kita berjalan berdampingan dengan seseorang, kita akan merasakan momentum tersebut tak hanya melibatkan fisik tapi juga psikologis. Kita akan merasa lebih terhubung dengan orang tersebut," kata Webb.

Jika kedua belah pihak sama-sama keras kepala, bahasa deskriptif justru bisa menjadi penghalang.

Baca juga: Pasangan yang Jorok dan Tidak Rapi Jadi Sumber Konflik dalam Hubungan

Fakta-fakta menunjukkan bahwa jika mengalami konflik dengn seseorang, cobalah berjalan bersama karena itu akan membantu keduanya "move on" atau keluar dari permasalahan yang buntu.

Dengan jalan bersama, kita berarti berdiri berdampingan. Webb mengatakan, posisi tersebut membantu orang-orang membangun pola pikir yang kooperatif. Karenanya itu bisa menjadi jalan keluar dari perbedaan pendapat.

Sejumlah studi juga menunjukkan bahwa dua orang yang berjalan bersama secara alami akan menyelaraskan langkah satu sama lain. Mereka juga akan ikut berhenti jika salah satunya berhenti dan mengarah pada arah yang sama.

"Riset mengindikasikan bahwa keselarasan tubuh tersebut bisa mengarah pada keselarasan emosional atau kognitif," kata Webb.

Menyamakan gerakan satu sama lain juga akan membuat perasaan lebih terhubung dan membuat rasa suka terhadap orang tersebut lebih besar. Hal itu akan membuat satu sama lain lebih kooperatif.

Baca juga: Simak, 4 Alasan untuk Mulai Rutin Jalan Kaki

Jalan kaki juga sering dikaitkan dengan pemikiran yang kreatif untuk menyelesaikan masalah dengan mengumpulkan sejumlah solusi dan memunculkan satu ide.

Dalam sebuah studi, sukarelawan melakukan tugas-tugas kreatif ketika mereka berdiri di suatu tempat dan berjalan dalam pola atau berjalan bebas.

Ketika mereka berjalan, pola berpikir mereka lebih baik daripada saat berdiri tetap. Selain itu, pemikiran saat berjalan bebas lebih efektif daripada saat berjalan terpola.

Sehingga, pola jalan seperti ini bisa saja memberikanmu atau pasanganmu ide-ide yang lebih segar untuk menyelesaikan konflik.

Pada saat yang bersamaan, jalan kaki juga menumbuhkan perasaan positif dan mengurangi stres, dua hal utama yang membut pertikaian itu terjadi.

Ilustrasi pasanganDragonImages Ilustrasi pasangan
Tips ngobrol sambil berjalan

Ajaklah pasanganmu atau siapapun yang sedang bertikai denganmu untuk jalan bersama. Jika ajakanmu diterima, maka kamu dan dia siap untuk memperbaiki hubungan.

"Orang itu setuju untuk melakukan sesuatu bersama di luar konflik. Ini melibatkan rasa bahwa kalian berdua masih berada dalam satu tim," kata Webb.

Pilihlah lokasi dimana kalian berdua bisa berjalan kaki, jika memungkinkan pilihlah yang bernuansa alam. Usahakan pilih lokasi yang lebih privat dan minim distraksi.

Baca juga: Membaca Kepribadian dari Cara Berjalan

Jangan memilih lokasi ramai seperti pedestrian karena kalian akan mudah terdistraksi dan berjarak.

Suasana alam juga cenderung membawa interaksi positif. Salah satu studi menunjukkan bahwa berjalan 20 menit di taman membantu para ibu dan anak mereka lebih akrab, ketimbang jalan-jalan di pusat perbelanjaan.

Tahap berikutnya, berjalanlah dengan lambat sehingga kalian bisa berjalan sambil ngobrol.

"Jika berjalan cepat atau lari, kamu akan kehabisan nafas dan lelah secara fisik. Jika kamu menari, kamu akan kehilangan konsentrasi untuk memikirkan gerakan selanjutnya," ujar Webb.


Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X