Ketakutan dari Dalam Diri Penghambat Majunya Bisnis Wanita - Kompas.com

Ketakutan dari Dalam Diri Penghambat Majunya Bisnis Wanita

Kompas.com - 09/11/2018, 20:33 WIB
Lakukan komunikasi terbuka dan proaktif. Shutterstock Lakukan komunikasi terbuka dan proaktif.

KOMPAS.com - Hambatan yang berasal dari dalam sendiri sering menahan perempuan pengusaha untuk memperbesar bisnisnya dan mencapai kesuksesan lebih tinggi.

Jumlah perempuan yang menjadi pengusaha memang belum sebanyak pria. Mayoritas lingkup bisnisnya pun masih dalam kategori usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"UMKM adalah sektor yang mudah dicapai perempuan. Untuk skala usaha menengah dan besar, hampir 95 persennya dikuasai laki-laki," kata Programme Magement Specialist UN Women Indonesia, Lily Puspasari dalam acara Indonesia Women's Forum di Jakarta (8/11).

Ia mengatakan, ada norma-norma sosial yang menghalangi wanita ketika ingin maju setara dengan pria.

"Ada semacam self-filtering ketika ingin maju bisnis. Banyak hal yang dipikirkan. Apakah nanti berdampak negatif pada diri dan keluarga, sehingga langkahnya tidak bisa secepat laki-laki," kata Lily.

Kultur sosial karena pembagian peran yang belum merata juga ikut mempersempit peran perempuan sebagai pengurus keluarga.

"Ini jadi hambatan buat wanita. Kalau di daerah urban, persepsi terhadap wanita yang berbisnis lumayan baik, tapi di pedesaan kurang didukung. Yang ditanya, nanti bagaimana membagi waktu untuk keluarga," imbuhnya.

Sekjen Dewan Kerajinan Nasional, Euis Saedah, mengatakan perempuan wirausaha yang didukung suami dan keluarganya biasanya lebih sukses.

"Suami bisa saling mendukung dengan istri, sehingga bisnisnya menjadi hasil berdua. Tetapi kondisi ini biasanya hanya terjadi di kota atau Jawa," ujar Euis.

Dukungan dari sesama wanita juga dianggap sangat dibutuhkan. Selama ini, menurut pengusaha Esthetika Wulandari, wanita justru saling menjatuhkan.

"Wanita sering merasa bersalah dan memikirkan omongan orang. Padahal, wanita juga boleh kok punya ambisi," kata pemilik usaha tempat kemah keluarga Sekar Gemati Agroventure ini.

Perempuan wirausaha diharapkan terus menumbuhkan motivasi untuk mengembangkan bisnisnya. Selain menyingkirkan hambatan dalam diri, para pengusaha ini juga perlu melek teknologi internet.

Menurut Head of Marketing Google Indonesia, Veronika Utami, teknologi digital bisa membantu para pengusaha wanita untuk memperluas skala bisnisnya dengan waktu yang lebih efisien.

"Terutama untuk memperbesar promosinya," kata Veronika.



Close Ads X