Kompas.com - 29/01/2019, 15:37 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.

Mekanismenya, pemilik rumah akan melepaskan nyamuk jantan Aedes aegypti sekitar 50 ekor di area rumah. Nantinya, nyamuk-nyamuk itu akan bertugas mengawini nyamuk betina.

Hal menarik, nyamuk jantan ini sudah diradiasi untuk dibuat mandul dan juga tidak menggigit manusia, sehingga telur yang dihasilkan oleh nyamuk betina tidak akan pernah menetas.

Pihak PAIR Batan menyarankan agar pelepasan nyamuk jantan ini berlangsung sebulan sekali hingga lima bulan.

Selain itu, PAIR Batan juga telah melakukan uji coba dengan metode ini, seperti di Kabupaten Semarang, Banjarnegara, dan lainnya. Hasilnya, kasus demam berdarah (DBD) berkurang drastis.

Menurut mereka, metode pengasapan atau fogging kurang efektif dilakukan, karena tidak memusnahkan 100 persen nyamuk Aedes aegypti. Pengasapan yang benar juga dilakukan dengan selang waktu seminggu sekali.

Selain itu, harga yang dibanderol PAIR Batan untuk 50 ekor nyamuk seharga Rp 5.000 per wadahnya, sehingga setidaknya masyarakat membutuhkan Rp 25.000 untuk lima kali TSM.

Baca juga: Punya Gejala Mirip, Ini Perbedaan DBD dan 5 Penyakit Lain

Penjelasan Kemenkes

Kompas.com mencoba melakukan penelusuran mengenai kedua metode ini apakah benar bisa digunakan oleh masyarakat umum atau tidak.

"Cara pertama adalah kita tahu nyamuk pasti bertelur di tempat penampungan air dan suka di tempat gelap, tapi ada kekurangannya kalau telat maka jentik akan berubah menjadi nyamuk (dewasa) karena tidak semua jentik siklusnya sama, sehingga proses penularan tetap ada," ujar Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik (PTVz) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi pada Selasa (29/1/2019).

Menurut dr Nadia, untuk metode kedua atau TSM juga belum bisa direkomendasikan, karena ranahnya masih dalam penelitian dan bisa mengganggu ekosistem.

Selain itu, dr Nadia menampilkan metode topi anti DBD dari yayasan Rockefeller yang diterapkan di Kota Tarakan, Jawa Tengah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X