Kompas.com - 31/01/2019, 08:46 WIB
Dr. Rose Mini Agoes Salim, M. Psi dalam peluncuran wajah baru produk Baby Toiletries Pigeon di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019). KOMPAS.com/Nabilla TashandraDr. Rose Mini Agoes Salim, M. Psi dalam peluncuran wajah baru produk Baby Toiletries Pigeon di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak orangtua yang secara sadar maupun tidak memberikan gadget (gawai) kepada anak, ketika sang anak bosan atau sedang rewel.

Padahal, idealnya anak tidak dikenalkan dengan gadget terlalu dini, apalagi ketika masih bayi.

"Anak bayi tidak usah pakai gadget, intinya begitu. Anak SD pun enggak usah terlalu banyak gadget-nya."

Begitu penjelasan Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi atau yang akrab disapa Bunda Romi saat ditemui di Jakarta, Selasa (29/1/2019) kemarin.

Menurut Romi, pengenalan gadget kepada anak sejak bayi berpotensi mengganggu perkembangan anak, karena kurang optimalnya stimulasi yang diberikan.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Regulasi Pembatasan Pemakaian Gawai

Mulai dari stimulasi kognitif, motorik halus, motorik kasar, sensorik, dan lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Romi menyarankan para orangtua lebih kreatif memberikan stimulasi langsung dengan barang-barang yang ada di lingkungan anak.

"Misal belajar warna, kan tidak selalu harus beli balon. Ada macam-macam, bisa lewat bunga, wadah tempat makan, lainnya," ucapnya.

Namun, bukan berarti orangtua juga harus melarang penuh penggunaan gadget oleh anak.

Gadget boleh digunakan asalkan ada usia dan waktu yang tepat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.