Sejarah Desainer Pertama hingga Perkembangan Paris Jadi Kiblat Fesyen Dunia

Kompas.com - 21/02/2019, 10:29 WIB
Kota Paris BritannicaKota Paris

KOMPAS.com - Kematian Karl Lagerfeld meninggalkan duka yang mendalam bagi dunia fesyen internasional. Ikon fesyen dunia sekaligus Direktur Kreatif Chanel itu meninggal dunia dalam usia 85 tahun, di Perancis, Selasa (19/2/2019) pagi.

Pria kelahiran 10 September 1933 di Hamburg, Jerman ini sebelumnya sempat menjalani perawatan di the American Hospital yang berada di luar Kota Paris karena kondisi kesehatannya yang menurun.

Lebih dari 60 tahun terjun dalam dunia mode, Lagerfeld telah menghasilkan karya yang fenomenal. Ia telah membuat banyak desain di berbagai merek dunia, namun yang paling membuatnya tersohor adalah Chanel.

Namanya kian terkenal sebagai desainer yang banyak digunakan jasanya oleh selebritas papan atas.

Terlepas dari itu, dunia mode memang menarik jika ditelaah lebih mendalam. Mode selalu berkembang dari tahun ke tahun dan selalu mengalami pembaharuan.

Siapa desainer pertama?

Charles Frederick WorthBritannica Charles Frederick Worth
Pertanyaan itu sering muncul mengikuti perkembangan mode yang silih berganti. Pada awalnya, industri fesyen terkenal di Perancis ketika Raja Louis XVI berkuasa pada 1643.

Raja dikenal menyukai nilai estetika yang tinggi. Selain itu, kemewahan menjadi penting baginya, terutama setelah Perancis menjadi poros perdagangan.

Di bawah kendali kerajaan, tekstil mulai pindah dari satu orang ke orang lain. Tekstil berguna untuk membalut tubuh agar menjadi pakaian yang terlihat indah.

Bermula dari situlah, banyak orang yang mulai mengasah kemampuan untuk mengolah kain menjadi pakaian yang layak untuk dikenakan.

Desain mode ketika itu didominasi haute couture, merancang pakaian dengan teknik tinggi. Saat itu banyak penjahit papan atas menuju Perancis.

Baca juga: 5 Fakta Unik Karl Lagerfeld, Pernah Gemuk hingga Benci Selfie...

Dilansir dari Britannica, Charles Frederick Worth tercatat sebagai desainer pertama. Worth hijrah dari Inggris menuju Perancis pada 1849 karena perkembangan fesyen yang mutakhir.

Sebelum ia mendirikan rumah desainnya di Paris, pakaian dibuat oleh penjahit lain dengan standar mode berasal dari gaya yang dikenakan oleh bangsawan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X