Kompas.com - 23/02/2019, 13:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com - Si kecil yang baru berusia 2 tahun sedang tantrum dan itu bisa berlangsung lebih dari satu jam.

Mainannya dilempar ke segala penjuru, ia menangis keras, setiap didekati ia akan memukul atau menggigit.

Anak nangis dan mengamuk memang tipikal perilaku balita. Tapi, apakah normal jika tantrumnya sering muncul dan sulit dibuat tenang?

Anak Anda yang sudah bersekolah SD tidak mau berangkat sekolah. Tiap hari ia pulang dengan wajah sedih dan menangis. Setiap pagi ia memohon untuk bisa tinggal di rumah dan matanya terlihat panik.

Apakah ia hanya anak yang tidak mau ke sekolah atau mengalami gejala kecemasan?

Tidak dikenali

Masalah mental pada anak-anak, seperti stres, kecemasan, atau depresi adalah sesuatu yang nyata. Namun, banyak anak yang tidak mendapatkan perawatan yang seharusnya.

"Banyak orangtua yang tidak bisa mengenali perilaku tertentu merupakan tanda dari gangguan mental dan bukan sekadar perasaan 'sedih' atau sedang 'grogi'," kata psikolog anak Danielle Rannazzisi, Ph.D.

Baca juga: Kenali Tanda-tanda Anak Stres

Di negara maju seperti AS pun, banyak orangtua yang takut mengajak anaknya ke psikiater. Konotasi negatif yang melekat pada penyakit mental membuat banyak orang tidak mau mengakui jika memang butuh perawatan.

Menurut dokter anak Marian Earls, beberapa gangguan mental seperti gangguan tumbuh kembang memang sudah ditangani, seperti ADHD (gangguan pemusatan perhatian dan perilaku).

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.